Ahok Resmikan RPTRA, Demonstran Dijaga Polisi

Ahok Resmikan RPTRA, Demonstran Dijaga Polisi

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 23 Jun 2016 17:37 WIB
Ahok Resmikan RPTRA, Demonstran Dijaga Polisi
Ahok meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Penjaringan Indah (Foto: Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tetap meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Penjaringan Indah meski ada ratusan orang yang berunjuk rasa di sekitar 500 meter dari RPTRA. Namun Ahok tak terlalu lama di RPTRA.

Setibanya di RPTRA Penjaringan Indah, Jl Wacung, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (23/6/2016), Ahok langsung duduk sejenak lantas memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Ahok menyampaikan tak bisa berlama-lama di RPTRA. Soalnya ada urusan lain di luar sana. Padahal Ahok berencana menemani warga berbuka bersama di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seharusnya buka bersama di sini, tapi karena ada acara lain, maka agak lebih cepat. Tapi agak macet, nanggung juga pulang," kata Ahok tersenyum sembari menunjuk ke arah Jalan Bandengan Utara tempat demonstran beraksi.

RPTRA ini adalah hasil Corporate Social Responsibility (CSR) PT Grogol Indah. Fasilitas yang dimiliki RPTRA ini antara lain taman bermain, ruang serbaguna, hingga taman tanaman obat. Luas RPTRA ini sekitar tiga perempat lapangan sepak bola.

"Intinya kami tidak ingin Bapak Ibu susah, kalau ada kesusahan maka sampaikan kepada kami. Semoga RPTRA ini bermanfaat," kata Ahok.

Ahok ditemai oleh Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Dany Bolly Tifaona. Selepas ke toilet, Ahok melayani foto bersama orang-orang yang ada di lokasi.

Akhirnya, Ahok keluar dari kawasan ini lewat jalur belakang, menghindari demonstran. Personel polisi membentuk barikade agar mobil Ahok bisa lewat setelah melalui bagian belakang Ruko Bandengan Indah ke Jalan Bandengan Utara.

Jalan Bandengan Utara sengaja ditutup, Ahok kemudian pergi meninggalkan lokasi lewat Jalan Bandengan di belakang barikade polisi, melawan arus karena memang jalan sudah disterilkan. Baru sesaat setelah itu, aksi lempar batu dari demonstran dimulai. Polisi lantas melepaskan tembakan gas air mata. (dnu/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads