Ini Alasan Presiden Jokowi Gelar Rapat di KRI Imam Bonjol

Ini Alasan Presiden Jokowi Gelar Rapat di KRI Imam Bonjol

M Iqbal - detikNews
Kamis, 23 Jun 2016 15:31 WIB
Ini Alasan Presiden Jokowi Gelar Rapat di KRI Imam Bonjol
Presiden Joko Widodo/dok. (Foto: Rusman/Setpres)
Jakarta - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas bersama beberapa menteri di atas KRI Imam Bonjol-383 yang berlayar di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Apa alasannya?

"Kita memberikan sinyal. Presiden juga kebetulan belum pernah kemari, beliau datang kemari lihat dan ini mungkin Presiden pertama juga yang datang kemari," ucap Menko Polhukam Luhut Pandjaitan di KRI Imam Bonjol, Kamis (23/6/2016). Kepergian Presiden ke Natuna tak lama setelah insiden penangkapan kapal ikan China oleh KRI Imam Bonjol di Natuna pada Jumat 17 Juni lalu.

Luhut mengatakan, Presiden ingin kawasan Natuna dikembangkan dari sisi ekonomi termasuk eksplorasi minyak dan gas (migas). Bukan cuma itu, pemerintah tengah mengkaji posisi Natuna untuk memperkuat sektor pertahanan RI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi tadi Bu Menlu (Retno Marsudi) sampaikan kita tidak ingin mengganggu stabilitas keamanan di kawasan ini," ujarnya.

Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas di atas KRI Imam Bonjol 383, Kamis (23/6/2016). Foto: M Iqbal/detikcom


Soal rapat kerja di luar Istana, Menlu Retno menyebut kegiatan tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya Jokowi pernah menggelar rapat kerja saat melakukan kunjungan kerja ke daerah.

Jokowi mengadakan rapat terbatas di antaranya tentang pengelolaan kawasan Candi Borobudur di Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Jumat (29/1/2016) dan ratas tentang pengembangan destinasi wisata Danau Toba, di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada Selasa (1/3).

Sedangkan dalam rapat terbatas di KRI Imam Bonjol, sejumlah anggota kabinet hadir yakni Luhut Pandjaitan, Retno Marsudi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan A Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, KSAL Laksamana Ade Supandi, Kepala Badan Keamanan Laut Arie Soedewo, serta Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun

(Baca juga: Ini Arahan Jokowi Soal Natuna Usai Rapat di KRI Imam Bonjol)

Usai rapat, Retno mengatakan, dalam rapat tiap anggota kabinet yang hadir memberikan paparannya di hadapan Presiden terkait Natuna. Mulai dari potensi hingga rencana pengembangannya.

(bal/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini