Pengusaha songkok asal Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah, Lamongan Suwitomo mengaku kalau pada hari biasa perbulannya ia hanya memproduksi songkok sebanyak 70 kodi, maka di Ramadan ini produksi songkoknya bisa mencapai 100 kodi lebih.
"Alhamdulillah pesanan memasuki Ramadan ini naik 50- 60 persen," kata Suwitomo saat ditemui detikcom di rumah produksi, Kamis (23/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bulan puasa seperti ini, malam juga kerja, kadang sampai Sahur. Kerja ekstra lah pokoknya," katanya.
Pekerja membuat songkok (Foto: Eko/detikcom) |
Suwitomo mengaku, pemesan songkok buatan Desa Pengangsalan yang terkenal dengan Desa Songkok tak hanya berasal dari pulau Jawa saja, tetapi juga berasal dari luar Jawa.
"Kita kirimnya ke Makassar dan Jambi. Kalau untuk pulau Jawa, kita sudah kirim ke Banyuwangi, Semarang dan Jakarta," paparnya.
Praktis dengan banyaknya pesanan di saat bulan Ramadan ini, omset yang di perolehnya meningkat drastis. "Untuk omset, kalau ramai seperti sekarang ini ya bisa sampai 42 sampai 43 juta," akunya.
Meski pesanan melimpah, Ia tak menaikkan harga jual songkok. "Harganya tetap sama mas, karena persaingan," pungkasnya. (slh/slh)












































Pekerja membuat songkok (Foto: Eko/detikcom)