SBY Instruksikan Gelar Operasi Intelijen Usut Bom Ambon

SBY Instruksikan Gelar Operasi Intelijen Usut Bom Ambon

- detikNews
Selasa, 22 Mar 2005 17:24 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar dan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto untuk menggelar operasi intelijen pasca peledakan bom di Ambon. "Presiden langsung instruksikan untuk menangani segera semua itu," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (22/3/2005)."Sewaktu kejadian itu berlangsung, setengah jam setelah kejadian tersebut. Presiden, saya, kapolri dan pangdam langsung rapat. Di depan presiden, kapolri telepon kapolda untuk memperketat operasi intelijen. Panglima juga telepon Pangdam," ungkapnya. Jadi ada tambahan intelijen?"Ya, intelijen lapangan," tandas Kalla.Dalam kesempatan tersebut, Kalla mengungkapkan pelaku hingga kini belum ditangkap. "Sampai saat ini belum ada laporan yang melakukan aksi tersebut," ujarnya.Kalla mensinyalir pelaku pengeboman berasal dari kelompok RMS. "Ada kecil kemungkinan terjadi sentimen dari satu atau dua orang. Selain itu, juga ada faktor kriminal dan faktor RMS. Faktor dari satu dua orang ada saja yang membuat jadi buruk," kata KallaLajut Kalla, Menkum dan HAM Hamid Awaluddin telah meminta Amerika Serikat untuk mengekstradisi Alex Manuputty.Sebuah bom meledak di kawasan Ongkoliong, Jl. Pantai Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon, Senin (21/3/2005) pukul 21.30 WIT. Ledakan itu melukai 3 warga yang sedang duduk bersantai sekitar 10 meter dari arah ledakan. (aan/)


Berita Terkait