"Nggak ada. Tapi kalian harus berpikir, itu cara berpikir politikus kita. Jadi kalau ada dana politik itu pikirannya langsung dari pengembang, emang pengusaha cuma pengembang," ujar Hasan, di kantornya, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu, (22/6/2016).
Isu soal uang Rp 30 M yang diterima Teman Ahok pertama dilontarkan oleh politisi PDIP Junimart Girsang. Namun Hasan yang juga merupakan mentor dari Teman Ahok memastikan bahwa barisan relawan bagi Gubernur DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu mendapatkan bantuan dari berbagai pihak yang tidak berbasis pada keuntungan. Bukan dari pengembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak-anak ini (Teman Ahok) dibantu sama anak-anak yang punya percetakan, yang punya showroom, yang punya textile, garmen. Jangan otaknya langsung ke pengembang," imbuh Hasan.
Terkait dugaan aliran dana sebesar 30 M untuk Teman Ahok dari pengembang reklamasi via Sunny dan Cyrus, Hasan membantahnya. Ia berkilah dan menganalogikan jika memiliki uang sebesar itu, maka kantornya bukan di Pejaten.
"Rp 30 M tuh nggak di sini, ngantor di SCBD lah kita, di Sudirman, Menteng, nggak ada itu," kata Nasbi.
Sebelumnya Ahok tegas menampik bahwa Cyrus adalah konsultan politiknya. Namun Ahok mengaku dirinya memang kenal lembaga yang kini dikomandoi Hasan Nasbi sejak beberapa tahun silam itu.
"Bukan. Aku cuma kenal mereka waktu Pilkada 2012," kata Ahok beberapa waktu lalu.
Lebih dari itu, Ahok menegaskan tak menghimpun dari pihak manapun kecuali dari masyarakat pendukungnya. Seperti diketahui, relawan Teman Ahok menghimpun dana dari penjualan tiket acara hingga merchandise. Duit penjualan itulah yang menjadi modal Ahok. Ini adalah cara pendanaan politik model Barack Obama saat Obama berkampanye menjadi Presiden Amerika Serikat.
"Justru saya punya obsesi untuk membentuk model gaya Obama," tandas Ahok.
Teman Ahok sendiri mengaku pernah menerima uang dari Hasan Nasbi sebesar Rp 500 juta. Duit itu dihimpun Hasan dari kawan-kawannya juga. Namun demikian, Teman Ahok menyangkal bahwa duit itu dari Cyrus meski Hasan Nasbi adalah Chief Executive Officer (CEO) Cyrus Network. Teman Ahok tak menelusuri dari mana asal-usul duit itu.
Sementara itu Sunny Tanuwidjaja telah membantah tuduhan dirinya sebagai pengumpul uang dari perusahaan pemegang hak reklamasi. Bahkan Sunny mempertanyakan dari mana info tersebut berasal.
"Nggak ada. Nggak ada itu. Infonya dari mana itu?" kata Sunny balik bertanya pada wartawan di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (16/6). (elz/jor)
