Akun instagram milik Wali Kota Semarang, @hendrarprihadi juga ikut memposting foto sang kakek bertongkat yang menghalau motor di Jalan Suratmo. "Mari beri apresiasi kepada kakek Sumarjono!" tulis Hendrar pada caption fotonya.
Kakek di arena balap liar (Fotografer: Angling-detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sering di situ, memang sering cegat yang balapan. Pernah sampai dikeroyok orang pas malam-malam," kata salah satu pebalap liar yang usianya masih di bawah 17 tahun.
Sore itu Sumarjono tidak sendiri menghalau pebalap liar seperti biasanya karena anggota Polsek Semarang Barat sudah diturunkan. Hasilnya puluhan ABG yang sering memacu motor di Jalan Suratmo ditangkap.
Kapolsek Semarang Barat, Kompol Cahyo Widyatmoko mengatakan lokasi tersebut memang sering dijadikan tempat balap liar karena jalan yang lurus dan halus meski banyak pengguna jalannya. Para pembalap liarnya pun sangat bandel karena selalu kembali meski sudah ditindak.
Kakek di arena balap liar (Foto: Angling-detikcom) |
"Memang sering digunakan trek-trekan (balap liar). Kita beberapa hari lalu sudah mengagendakan razia, tapi ternyata hujan," ujar Cahyo.
Kisah kakek bertongkat tersebut ternyata membuat penasaran terutama warga Kota Semarang. Siapa sebenarnya Sumarjono dan kenapa berani seorang diri beraksi di lokasi balap liar yang juga rawan aksi begal tersebut. (alg/jor)












































Kakek di arena balap liar (Fotografer: Angling-detikcom)
Kakek di arena balap liar (Foto: Angling-detikcom)