Andri sendiri tidak mempermasalahkan penundaan tersebut. Karena menurutnya penundaan itu hanya mundur sedikit.
"Kan kita siapin tuh rambu-rambu yang ada di 22 titik. Itu kan harus diganti. Jadi seminggu itu untuk penggantian rambu-rambu saja. Yang penting kan pelaksanaannya itu mundur sedikit yang tadinya tanggal 23 Agustus menjadi 26 Agustus." ujar Andri setelah menghadiri Rapat Paripurna Istimewa HUT DKI Jakarta ke-489 di Kantor DPRD DKI, Rabu (22/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan rundingkan besok (Kamis) jam 09.00 WIB dengan Dirlantas soal sosialisasi, mekanisme dan ujicobanya," kata Andri.
Untuk target pengurangan kemacetan menggunakan pembatasan plat ganjil-genap ini, Kadishub menargetkan 30 persen. Namun bila target tersebut tidak tercapai maka akan dilakukan evaluasi lebih lanjut bersama Dirlantas. Namun Andri belum bisa memastikan evaluasi tersebut kapan akan dilakukan karena masih harus berkoordinasi lebih lanjut.
Terkait usulan dari Sekretaris Komisi A DPRD DKI Syarif yang mengatakan lebih baik kembali menggunakan sistem 3 in 1 dibandingkan dengan pembatasan ganjil genap, Andri menutup kemungkinan sistem tersebut kembali dihidupkan. Alasannya karena bila 3 in 1 kembali diadakan maka akan kembali mengundang para joki dan menimbulkan dampak sosial.
"Kalo 3 in 1 kan nanti mengundang joki lagi, dampak sosial ada lagi. Insya Allah lah ganjil genap juga bisa mengurangi kemacetan, mudah-mudahan," lanjutnya.
Untuk ERP yang akan menjadi solusi kemacetan masa depan di DKI, Kadishub mengatakan pengadaan ERP sudah masuk tahap lelang minat. Sudah ada 4 perusahaan yang berminat. Akhir bulan nanti baru akan lakukan lelang.
"Setelah kita ketemu pemenangnya (lelang) langsung kita eksekusi. Kira-kira akhir 2017 (ERP siap)," pungkas Andri.
(jor/jor)










































