Jadi Biang Macet, Satpol PP Tertibkan Pasar Jongkok di Pekanbaru

Jadi Biang Macet, Satpol PP Tertibkan Pasar Jongkok di Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 23 Jun 2016 01:07 WIB
Jadi Biang Macet, Satpol PP Tertibkan Pasar Jongkok di Pekanbaru
Penertiban Pasar Jongkok di Pekanbaru oleh Satpol PP (Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Pekanbaru - Satpol PP Pemkot Pekanbaru malam ini menertibkan kawasan 'Pasar Jongkok' yang membuat macet arus lalu lintas. Pedagang di kawasan ini terkenal bandel.

Kawasan Pasar Jongkok ini berada di sepanjang Jl Soebrantas, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Lebih dari 1.000 pedagang kaki lima memadati ruas jalan sebagai jalur pintu masuk Pekanbaru sebelah barat.

Kiri kanan badan jalan, menjelang lebaran ini semakin ramai dipadatai pedagang yang membuka lapaknya di tepi badan jalan. Kondisi kawasan pasar ilegal ini memang sangat ramai.
Penertiban Pasar Jongkok di Pekanbaru oleh Satpol PP (Chaidir/Detikcom)

Di kawasan ini apapun ada diperjualbelikan. Dari dagangan kelontong, sampai pernak-pernik keramik dan karpet. Para pedagang sesuka hatinya memajangkan daganganya di jalan Soebrantas yang panjangnya sekitar sampai 5 km.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah bolak-balik melakukan pendekatan. Namun mereka ini terkenal bandel," kata Kepala Satpol PP Pekanbaru Zulfami Adrian kepada detikcom, Rabu (22/6/2016).

Menurut Zulfami, para pedagang ini selalu membuka dagangannya apabila tim Satpol PP tidak berada di lokasi. Sehingga, setiap kali tidak ada petugas di lapangan, mereka membuka lapak di pelataran.

"Malam ini kita minta pedagang untuk mengumpuli barang dagangannya. Apa bila masih membandal juga, kita akan memberikan tindakan tegas," kata Zulfami.

Pantauan detikcom di lokasi, para pedagang mengemas barang-barangnya. Pasar ini disebut Pasar Jongkok karena pembelinya memilih dagangan sambil berjongkok.
Penertiban Pasar Jongkok di Pekanbaru oleh Satpol PP (Chaidir/detikcom)

Ulah pedagang liar ini telah membuat macet di Jl Soebrantas. Sehingga kendaraan yang melintas menjadi lambat karena banyaknya kendaraan yang parkir sembangan di tepi jalan.

Para pedagang lebih suka berjualan di kawasan ini karena tidak terkena pajak. Para pedagang ini umumnya para pedagang di kawasan Pasar Pusat yang bila malam hari sengaja berpindah berjualan di kawasan Kecamatan Tampan.

(cha/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads