Pemudik Diimbau Waspadai Banjir Rob dan Hujan di Pantura Jateng

Pemudik Diimbau Waspadai Banjir Rob dan Hujan di Pantura Jateng

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Rabu, 22 Jun 2016 15:14 WIB
Pemudik Diimbau Waspadai Banjir Rob dan Hujan di Pantura Jateng
Banjir rob di kawasan pantai utara membuat lumpuh jalur pantura pada (19/6/2016) Foto: Angling Aditya/detikcom
Jakarta - Banjir rob dan hujan membayangi pemudik saat mudik ke tempat tujuan nantinya pada akhir Juni 2016 atau awal Juli 2016. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengimbau pemudik untuk mewaspadai fenomena tersebut.

"Prakiraan curah hujan Juni minggu III sampai dengan Juli minggu pertama 2016 umumnya akan berada pada kisaran 75-100 mm. Sifat curah hujan umumnya di atas normal, kecuali Sumatera Utara, Kalimantan Barat dan Merauke didominasi bawah normal (BN)," ujar Kepala BMKG Andi Eka Sakya dalam jumpa pers Antisipasi Banjir oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Gedung Manggala Wanabakti, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2016).

Menurut Andi, mulai 24 Juni diperkirakan adanya air pasang (rob) maksimum di daerah Pantura seperti Pekalongan dan Semarang. Diperkirakan sampai Lebaran air pasang masih terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira kita sampaikan pada menteri PU dalam penanganan mengatasi rob. Kalau masalah mudik nanti akan ditangani oleh kemenhub. Kita ingin agar pemerintah meningkatkan literasi kebencanaan," kata Andi.

Andi menambahkan, bulan ini sudah masuk musim kemarau. Namun bukan kemarau kering melainkan kemarau basah.

"Hanya beberapa daerah saja yang mengalami kemarau kering. Wilayah lainnya hampir tidak ada yang mengalami sama sekali kemarau kering. Fenomena tahun ini sama dengan fenonema tahun 2010," tuturnya.

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumberdaya Hutan (KLHK) Ruandha Agung mengatakan, dalam rangka mudik ini pemda yang terkait sudah disosialisasikan terkait dengan cuaca yang diprediksi BMKG. Pemda dan masyarakat harus mengantisipasi dan mewaspadainya.

Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Imam Prasodjo mengatakan, pihaknya akan fokus menyelamatkan masyarakat korban akibat perubahan iklim kemarau basah tersebut. "Jangan sampai Lebaran dengan penderitaan," kata Imam.

(nwy/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads