RTMC tersebut terletak di lantai dua gedung yang berdekatan dengan bunderan Tarogong. Di ruangan berukaran panjang empat meter dan lebar dua meter itu, aktivitas arus lalu lintas 68 titik terpasang CCTV di Jawa Barat dapat terpantau.
Dalam ruangan itu terdapat sebuah layar monitor cukup besar yang merekam dan menampilkan enam titik ruas jalan berbeda. Rekaman gambar dapat berubah-ubah sesuai kendali operator.
Orang nomer satu di Polda Jabar mengatakan, hadirnya RTMC di Pospol Tarogong merupakan sebuah inovasi dalam meningkatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Terutama dalam menghadapi arus mudik lebaran Idul Fitri 2016.
"Kami selalu berupaya menghadirkan inovasi-inovasi yang muaranya adalah mengkatkan pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat. Apalagi situasi mudik nanti, ini sangat membantu," kata dia kepada wartawan di Gedung RTMC Pospol Tarogong, Garut, Rabu (22/6/2016).
Lewat monitor ini, jelas Bambang, petugas kepolisian bisa mendetksi dini penyebab kepadatan arus lalu lintas yang terjadi di sejumlah jalur mudik. Sehingga, sambung dia, petugas dengan segera mengambil tindakan penguraian.
"Misalnya ada truk mogok, nah kita bisa langsung tahu dan berkoordinasi dengan petugas disana. Nanti mereka yang akan mengurai kemacetan," ucap dia.
Bambang menambahkan, pantauan video CCTV di RTMC juga bisa diakses oleh masyarakat umum. Hal ini untuk memudahkan masyarakat dalam menetukan jalur mudik yang akan dilalui.
"Masyarakat bisa mengakses dishubjabar.net8888. Saya harap RTMC ini tidak hanya beroperasi optimal saat mudik, tapi seterusnya," pungkas jendral bintang dua tersebut. (dra/dra)











































