Pesta Sabu, 9 Pelajar Diciduk BNNP Bali

Pesta Sabu, 9 Pelajar Diciduk BNNP Bali

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Rabu, 22 Jun 2016 12:05 WIB
Pesta Sabu, 9 Pelajar Diciduk BNNP Bali
Ilustrasi sabu Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Sembilan orang pelajar ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali saat pesta sabu. Sejumlah barang bukti juga diamankan
untuk proses penyelidikan.

Kesembilan orang yang ditangkap tersebut berinisial EK (16, Pr), ME (17, Pr), NK (16, Lk), AR (16, Lk), A (16, Lk), PR (16,Lk), BK (15, Lk), BR (16, Lk), dan ME (21, Lk).

Kabag Humas BNN, Kombes Slamet Pribadi mengatakan penangkapan ini berawal saat petugas BNNP Bali mendapat informasi yang menyebut sekelompok remaja tengah pesta narkoba di kawasan Denpasar. Tidak bergerak lama, tim melakukan penggerebekan di sebuah penginapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil pengeledahan anggota mendapatkan satu buah bong, satu alat hisap, pipa kaca, dan plastik klip bekas sabu.

"Iya betul. Untuk sementara barang bukti narkoba jenis sabu tidak ditemukan diduga sudah habis digunakan tersangka," kata Kombes Slamet Pribadi.

Slamet memastikan kesembilan orang yang diamankan masih di bawah umur. Bahkan, mereka masih berstatus pelajar sekolah.

"Dengan adanya peristiwa nyabu bareng ini oleh anak-anak. Masyarakat harus lebih waspada soal peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika. Masyarakat harus memprioritas perhatiannya terhadap anak-anak dan remaja karena mereka adalah next leader," pungkasnya.


Patungan


Sembilan orang pelajar tersebut membeli sabu dengan uang hasil patungan. "Kepada petugas, sembilan remaja tanggung ini mengaku membeli sabu dengan cara iuran. Satu orang mengumpulkan uang Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu," ujar Slamet.

Menurut dia, sembilan pelajar itu telah melakukan test urine." Hasilnya kesembilan tersangka positif menggunakan narkotika jenis sabu," ujar dia.

Slamet menjelaskan kordinasi penyelidikan kasus ini di bawah Kepala BNNP Bali BJP Drs Putu Astawa. Temuan ini tengah dikembangkan anggota di lapangan. "Kasus ini menjadi contoh fenomena penyalahgunaan Narkoba yang marak dilakukan kalangan remaja masa kini," kata Slamet. (ed/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads