"Olimpiade sebelumnya hanya Rp 1 miliar untuk peraih emas, kalau untuk (Olimpiade) Rio berlipat ganda. Kalau emas Rp 5 miliar, perak Rp 2 miliar, perunggu Rp 1 miliar," ujar Deputi IV Kemenpora Gatot S Dewa Broto usai menghadiri upacara pelepasan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2016 di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2016).
Selain bonus juga ada tunjangan hari tua yang diterima per bulannya. Untuk peraih emas mendapatkan Rp 20 juta, perak Rp 15 juta, dan perunggu Rp 10 juta. Pemberian tunjangan ini sudah dilakukan terhitung sejak Juni 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca juga: Lepas Atlet Olimpiade, Jokowi: Harumkan Nama Indonesia di Rio de Janeiro)
Pemberian tunjangan tersebut diberikan hingga para atlet itu meninggal dunia atau berpindah kewarganegaraan. Sementara itu sumber dana tersebut berasal dari APBN.
"Kenapa hanya olimpiade? Kenapa Asian Games belum? Karena anggaran keuangan juga terbatas, ini kan baru pertama kalinya. Dan ini supaya mendorong orang untuk terobsesi untuk berprestasi jangan tanggung-tanggung, kalau bisa berprestasi sampai di olimpiade gitu," pungkas Gatot. (bag/hri)











































