Warga Korban Longsor di Jawa Tengah Segera Direlokasi

Warga Korban Longsor di Jawa Tengah Segera Direlokasi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 21 Jun 2016 20:03 WIB
Warga Korban Longsor di Jawa Tengah Segera Direlokasi
Foto: Bagus Kurniawan
Semarang - Sejumlah daerah di Jawa Tengah dilanda bencana dan puluhan orang meninggal dunia. Berkaca dari pengalaman longsor Banjarnegara tahun 2014 lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat untuk merelokasi warga yang terkena dampak.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan masyarakat sudah bersedia direlokasi. Hal itu diketahui setelah dirinya meninjau lokasi longsor di beberapa Kabupaten.

"Masyarakat sudah saya dekati dan mereka bersedia kalau pindah. Saya tanya, purun pindah mboten? (Mau pindah tidak?) Mereka jawab, kulo nderek mawon kalih pemerintah (saya ikut saja dengan pemerintah)," kata Ganjar, Selasa (21/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pengalaman bencana Banjarnegara, lokasi relokasi langsung dicari tidak lama setelah tanah longsor terjadi. Hasilnya saat ini warga terdampak tanah longsor Banjarnegara sudah menempati lokasi relokasi yang aman.

"Kita pararel mulai cari. Sembari mendata, kita mencari sehingga ini selesai recovery, rehabnya sudah siap. Belajar dari Banjarnegara," tegasnya.

Terkait anggaran relokasi, ada strategi yaitu dengan iuran dari pemerintah Kabupaten, Provinsi, dan Pusat serta melalui program CSR perusahaan. Saat ini Ganjar terus meng-update data dampak bencana mulai dari jumlah korban jiwa, luka-luka, dan kerugian materiil antara lain berupa lahan sawah.

"Kalau umpama yang sawah, maka cadangan benih nasionalnya kita usulkan, termasuk rehabilitasi dan rekonsiliasinya," katanya.

Pemerintrah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan anggaran untuk santunan bagi korban longsor di beberapa daerah itu. Anggarannya diambil dari dana tanggap darurat yaitu Rp 10 juta untuk keluarga korban meninggal, dan Rp 7,5 juta untuk korban luka berat.

"Pemerintah sudah siapkan, dananya ada. Kita bantu Rp 10 juta yang meninggal, untuk luka berat di rumah sakit kita siapkan Rp 7,5 juta," tegasnya.

Selain bantuan dari pemerintah, lanjut Ganjar, banyak pihak yang sudah siap mengulurkan tangan termasuk perusahaan melalui program CSR.

"Di luar itu (anggaran pemerintah), banyak yang nyumbang, kita kumpulkan pasca bencana nanti," pungkas politisi PDIP itu.

Gerak cepat antara Pemkab dan Pemprov serta pemerintah pusat untuk menangani bencana terus dilakukan. Di Purworejo setidaknya akan ada 19 rumah yang direlokasi oleh Pemkab Purworejo.

Sementara itu dari data Pemprov Jawa Tengah, longsor menimpa 9 Kabupaten yaitu Purworejo, Kebumen, Wonogiri, Karanganyar, Magelang, Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo, dan Purbalingga. Korban meninggal menurut data BPBD Jateng hingga pukul 14.30 WIB siang tadi mencapai 40 orang, kemudian korban luka 13 orang, hilang 12 orang, mengungsi 13 kepala keluarga, dan rumah rusak 40 unit.

Selain itu ada pula bencana banjir dengan jumlah korban meninggal berjumlah 4 orang di Purworejo dan 1 orang di Sragen, 7 orang luka, 1 orang hilang. Pengungsi dari bencana banjir berjumlah 9.021 kepala keluarga atau 13.685 orang, kerusakan rumah sekitar 1.660 unit. Tercatat juga bencana puting beliung di Kabupaten Cilacap yang merusakkan 11 rumah. (alg/Hbb)


Berita Terkait