Komentar Mendikbud Anies setelah Keliling Kota Solo Cek Dampak Banjir

Komentar Mendikbud Anies setelah Keliling Kota Solo Cek Dampak Banjir

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 21 Jun 2016 16:44 WIB
Komentar Mendikbud Anies setelah Keliling Kota Solo Cek Dampak Banjir
Mendikbud Anies meninjau sekolah terdampak banjir di Solo, Selasa 21 Juni 2016 (Foto: Edward FK/detikcom)
Solo - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meninjau sekolah yang terdampak banjir di Surakarta, Solo. Mantan Rektor Paramadina menginginkan para pelajar belajar dengan tenang di hari pertama masuk sekolah.

"Yang penting kita harus memastikan hari pertama sekolah semua infrastruktur siap. Karena itu Kemendikbud bekerja sama dengan pemda pasca banjir. Kita ingin pastikan anak-anak masuk tidak merasakan banjir. Bahkan kalau perlu tidak pernah merasa banjir," ujar Anies di sela-sela kunjungan, Selasa (21/6/2016).

Anies memberikan apresiasi kepada pemda Solo dalam penanganan bencana banjir. Pemerintah dan warga bergotong royong menuntaskan persoalan banjir secepat-cepatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya apresiasi pemda Solo yang cepat menangi bencana banjir. Begitu sampai sini ternyata sudah ditangani amat baik. Begitu ada masalah pemda bergerak, wali kota bergerak dan masyarakat juga ikut gotong royong," bebernya.

Menurut dia, dampak penanganan banjir tak hanya di Solo, beberapa kota lain juga jadi prioritas. Beruntung musibah terjadi saat liburan.

"Kami kirim tim ke Solo dan ke kota lain untuk mendata kebutuhan apa saja yang bisa kita suplai. Musibah ini terjadi pas liburan, jadi kegiatan belajar tidak terganggu," tambahnya.

Anies mengapresiasi kesigapan Pemkot dalam mengatasi banjir. "Ternyata masyarakat Solo sigap. Semua tertangani dengan baik, yang ada hanya bekas banjir, banjirnya sudah tidak ada," sambungnya.

Anies mengatakan instruksi presiden sudah jelas. Terlebih dalam penanganan musibah bencana. "Bila ada situasi masyarakat mengalami masalah negara harus hadir, negara tidak boleh absen, negara tidak boleh nonton. Negara harus berada di tengah-tengah masyarakat," paparnya.

Solo sebagai tempat tinggal Presiden Joko Widodo, lanjut Anies, harus menjadi contoh nasional. Guru-guru sigap. "Yang menarik, guru-guru ini datang jam 3 pagi langsung mindahin buku, sehingga ketika air naik, air tidak menjangkau alat pendidikan kita," pungkasnya.

Selain ke sekolah, Anies juga ke studio rekaman legendaris, Lokananta. Dia juga mampir ke tempat pelatihan guru kurikulum di SMKN 2 Surakarta. (ed/try)


Berita Terkait