"Yang penting kita harus memastikan hari pertama sekolah semua infrastruktur siap. Karena itu Kemendikbud bekerja sama dengan pemda pasca banjir. Kita ingin pastikan anak-anak masuk tidak merasakan banjir. Bahkan kalau perlu tidak pernah merasa banjir," ujar Anies di sela-sela kunjungan, Selasa (21/6/2016).
Anies memberikan apresiasi kepada pemda Solo dalam penanganan bencana banjir. Pemerintah dan warga bergotong royong menuntaskan persoalan banjir secepat-cepatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, dampak penanganan banjir tak hanya di Solo, beberapa kota lain juga jadi prioritas. Beruntung musibah terjadi saat liburan.
"Kami kirim tim ke Solo dan ke kota lain untuk mendata kebutuhan apa saja yang bisa kita suplai. Musibah ini terjadi pas liburan, jadi kegiatan belajar tidak terganggu," tambahnya.
Anies mengapresiasi kesigapan Pemkot dalam mengatasi banjir. "Ternyata masyarakat Solo sigap. Semua tertangani dengan baik, yang ada hanya bekas banjir, banjirnya sudah tidak ada," sambungnya.
Anies mengatakan instruksi presiden sudah jelas. Terlebih dalam penanganan musibah bencana. "Bila ada situasi masyarakat mengalami masalah negara harus hadir, negara tidak boleh absen, negara tidak boleh nonton. Negara harus berada di tengah-tengah masyarakat," paparnya.
Solo sebagai tempat tinggal Presiden Joko Widodo, lanjut Anies, harus menjadi contoh nasional. Guru-guru sigap. "Yang menarik, guru-guru ini datang jam 3 pagi langsung mindahin buku, sehingga ketika air naik, air tidak menjangkau alat pendidikan kita," pungkasnya.
Selain ke sekolah, Anies juga ke studio rekaman legendaris, Lokananta. Dia juga mampir ke tempat pelatihan guru kurikulum di SMKN 2 Surakarta. (ed/try)










































