Inggris Berupaya Tunda Pencabutan Embargo Eropa atas Cina
Selasa, 22 Mar 2005 16:09 WIB
Jakarta - Pemerintah Inggris tengah berupaya untuk menunda rencana pencabutan embargo penjualan senjata Uni Eropa terhadap Cina. Demikian diberitakan surat kabar Inggris, Financial Times yang mengutip beberapa diplomat yang dirahasiakan identitasnya.London saat ini sedang menggalang dukungan dari pemerintah negara Uni Eropa lainnya untuk menunda keputusan pencabutan embargo, kemungkinan hingga 2006 mendatang. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/3/2005).Inggris, salah satu pendukung kuat kebijakan pencabutan embargo itu, telah berseberangan dengan sekutu dekatnya, Amerika Serikat, yang menentang rencana tersebut. Alasannya, Washington khawatir langkah itu akan memicu transfer teknologi nuklir, selain adanya keprihatinan akan status Taiwan dan catatan hak asasi manusia (HAM) Cina.Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Condoleezza Rice, Senin (21/3/2005) kemarin mengingatkan bahwa pencabutan embargo akan memberikan sinyal yang keliru pada pemerintah Beijing.Para anggota parlemen AS bahkan mengancam akan menjatuhkan sanksi perdagangan bagi perusahaan-perusahaan Uni Eropa jika blok beranggota 25 negara itu tetap meneruskan rencananya tersebut.Dan kini, seakan mendukung keberatan AS, Menlu Inggris Jack Straw menyatakan bahwa Cina telah "menciptakan lingkungan politik yang sulit" yang telah memperumit rencana Uni Eropa untuk mengakhiri sanksi penjualan senjata yang telah berlangsung belasan tahun itu.Selain Inggris, menurut Financial Times, Swedia juga tengah melobi negara Uni Eropa lainnya untuk mengulur pencabutan embargo senjata terhadap Cina. Belgia dan Italia juga mengisyaratkan untuk menunda keputusan tersebut.
(ita/)











































