Masjid Bayan Beleq di Lombok: Saat Direnovasi, Ada Pengajian yang Tak boleh Putus

Masjid Bayan Beleq di Lombok: Saat Direnovasi, Ada Pengajian yang Tak boleh Putus

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Selasa, 21 Jun 2016 14:59 WIB
Masjid Bayan Beleq di Lombok: Saat Direnovasi, Ada Pengajian yang Tak boleh Putus
Foto: Yudhistira AS
Lombok - Masjid Bayan Beleq yang berada di Desa Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat telah berumur 600 tahun. Masjid ini dibangun oleh ulama asal Baghdad, Irak bernama Syeikh Abdul Razak tahun 1400.

Masjid Bayan Baleq ini mempunyai suatu ritual yang adanya setiap 8 tahun sekali. Atau setiap masjid ini akan direnovasi yaitu ritual tilawah atau membaca Alquran di masjid selama proses renovasi yang dilakukan oleh kyai-kyai setempat.

"Pembacaan Alquran atau kami biasa sebut ritual tilawah ini dilakukan di kompleks masjidnya saat proses renovasi itu berlangsung. Jadi selama renovasi kami mengaji dari pagi, siang, dan malam," kata juru kunci Masjid Bayan Beleq Ratmanom di Bayan, Lombok, NTB, Selasa (21/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tujuannya apa? Itu untuk memperlancar saja proses renovasi dan supaya kuat bangunannya. Karena inikan bangunan lama. Jadi minta kekuatan dari Allah SWT dengan cara baca Alquran," lanjutnya.

Selain ritual tilawah, di Masjid Bayan Beleq ini juga ada ritual potong ayam dan kambing saat musim tanam padi. Ritual ini dimaksudkan untuk memohon pada Allah SWT agar hasil tanam padinya diberi kesuburan.

"Biasanya ayam dan kambing dipotong usai tanam padi terus dibakar atau digoreng kemudia kita makan secara bersama-sama dengan warga sini," ucap Ratmanom.

Masjid Bayan Beleq sendiri terletak di sekitar persawahan. Bangunan masjid didominasi oleh anyaman bambu sebagai dinding masjid dan serabut kelapa sebagai atap masjidnya. Sedangkan lantai masjid hanya tanah.

Di dalam masjid juga terdapat sebuah bedug yang umurnya sama dengan umur masjid yaitu 600 tahun. Uniknya bedug dan empat tiang penopangnya masih asli sejak tahun 1400.

"Saya katakan bahwa beberapa bangunan sudah pernah terenovasi tapi untuk tiang penyangga bedug dan juga bedugnya sendiri belum pernah kami ganti. Itu asli dari sananya," tutur pria berumur 74 tahun.

(yds/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads