"Oh iya jelas (disurvei lebih dulu), wong itu enggak ada tulisan money changer," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/6/2016).
Awi menjelaskan money changer tersebut berada di sebuah ruko di perumahan. Orang yang jarang ke lokasi tidak akan mengira bahwa tempat tersebut adalah tempat penukaran uang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi. Pelaku berjumlah sekitar 4 orang memasuki Money Changer Kedoya Valas di Jl Angsana Raya Blok A2 Perumahaan Kedoya Baru, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Saat itu teller bernama Sunarsih dan Bagus melihat 2 pelaku masuk ke dalam money changer. Salah satu pelaku memakai helm kemudian menodongkan senjata api kepada kedua karyawan.
Bagus kemudian berlari ke belakang. Sementara Sunarsi diikat tangan dan kakinya serta dilakban mulut dan matanya, lalu diminta untuk tengkurap di bawah meja teller, dan selanjutnya digiring ke belakang.
Di saat bersamaan, datang karyawan bernama Ari. Korban lalu ditodong senjata api dan diikat kedua tangannya lalu dikumpulkan bersama Sunarsih di bagian belakang.
Tidak hanya itu, 4 karyawan money changer yang lainnya juga diikat dan dikumpulkan di tempat yang sama. Seorang nasabah yang sedang bertransaksi juga menjadi korban yang kemudian disatukan dengan para karyawan money changer.
Setelah berhasil menguasai para korban, para pelaku mengambil sejumlah uang dari dalam brankas money changer. Para pelaku kemudian melarikan diri setelah menguras uang di lokasi tersebut. (mei/aan)











































