Grup ini adalah satu dari dua kelompok tari Tatar yang masih langgeng di Polandia hingga kini. Sampai kini, berbagai peninggalam muslim Tatar masih tersimpan di penjuru Polandia.
Grup Tari Bunczuk/ Tim Jazirah Islam Trans7 |
Masjid, pemakaman, hingga kuliner masih menjadi bagian hidup mereka. Namun sayang, kehidupan beragama dan budaya Tatar telah banyak tergerus zaman. Hanya ada sedikit yang peduli. Salah satunya adalah Anna.
Perempuan berdarah Tatar ini ingin generasi muda Tatar tidak melupakan akar kehidupan mereka. Karena itu, ia membuka kelas tarian Tatar untuk anak-anak dan dewasa.
Tim Jazirah Islam Trans7 |
Satu kali dalam seminggu mereka akan berlatih menari. Karena keterbatasan tempat, ruang olahraga di sebuah sekolah umum pun menjadi pilihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekolah Tari/ Tim Jazirah Islam Trans7 |
Anna tinggal di sebuah apartemen bersama dengan keluarganya. Suaminya juga merupakan muslim Tatar. Mereka dikaruniai dua orang anak, si cantik Imanuela dan si bungsu Salim.
Saat ini ada sekitar 2000 Muslim Tatar di antara 40 juta warga Polandia. Meski menjadi minoritas, keluarga Anna bisa hidup nyaman di Bialystok. Walau terkadang ada kerikil menghadang.
"Suamiku sangat susah menjalankan ibadah salat Jumat, karena tidak mendapatkan izin dari kantor. Anakku juga satu-satunya muslim di sekolahnya," jelas Anna.
Selain belajar menari, Anna juga ingin kedua buah hatinya mengenal budaya Tatar lainnya, yaitu menyanyi. Disamping belajar menyanyi, Anna dan keluarga juga belajar bahasa Tatar.
Anak Anna Belajar Menyanyi Tatar/ Tim Jazirah Islam Trans7 |
Bahasa Tatar memang tidak lagi digunakan dalam percakapan sehari-hari, bahkan bangsa Tatar kini tidak lagi memahaminya. Pengajar bahasa Tatar Anna adalah Arzy Osmanova, seorang muslim Tatar dari Krimea.
Tidak bisa dipungkiri, muslim Tatar telah banyak tergerus zaman. Hanya segelintir yang menjadikan Islam sebagai pegangan hidupnya.
Di Bialystok sendiri masih berdiri masjid peninggalam Tatar. Masjid ini hanya ramai ketika salat Jumat. Muslim asli Tatar yang hadir pun kebanyakan berusia lanjut. Mereka yang tidak tergerus kesibukan.
Kehidupan muslim di Polandia kini kian beragam dengan kehadiran mualaf asli Polandia. Islam hadir menjadi lentera diantara gegap gempitanya kehidupan di Eropa. Bahkan kebanyakan dari mualaf masih berusia muda.
Salah satu sudut Kota Byalistok/ Tim Jazirah Islam Trans7 |
Salah satunya adalah Maciej, yang baru berumur 18 tahun. Tahun ini adalah Ramadan keduanya sebagai muslim. Ia punya pengalaman menarik ketika pertama kali berpuasa.
"Aku buka puasa pas Isya, karena kupikir baru boleh berbuka ketika gelap. Aku puasa dari jam 2 sampai jam 11 malam," jelas Maciej.
Maciej mengenal Islam pertama kali karena kecintaan akan budaya arab yang terasa unik baginya.
"Percaya atau tidak, aku adalah seorang Kristen yang fanatik. Aku tertarik dengan budaya Arab, penasaran dengan bahasa dan pakaian orang Arab. Aku mempelajari sejarahnya dan hal-hal mendasar lainnya," lanjut Maciej.
Meski keluarga menentang pilihannya, namun tidak membuat Maciej putus asa. Bahkan di sekolah hanya satu teman yang tahu kalau ia adalah muslim. Alhamdulillah tantangan ini tidak mengendurkan semangat Maciej untuk terus memperluas cakrawala keislamannya.
Kisah selengkapnya saksikan di Jazirah Islam, tayang setiap hari pukul 04.45 WIB di Trans7. (ega/ega)












































Grup Tari Bunczuk/ Tim Jazirah Islam Trans7
Tim Jazirah Islam Trans7
Sekolah Tari/ Tim Jazirah Islam Trans7
Anak Anna Belajar Menyanyi Tatar/ Tim Jazirah Islam Trans7
Salah satu sudut Kota Byalistok/ Tim Jazirah Islam Trans7