Sehari sebelumnya tanggal 8 Ramadan atau 16 Agustus Soekarno dan Hatta diculik ke Rengasdengklok oleh para pemuda yang ingin kemerdekaan segera diproklamirkan setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik. Namun Soekarno bersikukuh agar pembacaan proklamasi dilakukan pagi hari tepat pada 9 Ramadan atau 17 Agustus 1945 hari Jumat.
Dalam buku Api Sejarah 2 tulisan Ahmad Mansur Suryanegara, disebutkan Bung Karno memilih angka 17 itu karena angka yang baik, 17 merupakan jumlah rakaat salat dalam satu hari, selain itu juga 17 Ramadan hari diturunkannya Alquran dan Jumat merupakan hari yang mulia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita kemerdekaan disiarkan melalui radio hingga ke pelosok daerah. Tidak ada pesta atau perayaan besar. Proklamasi dilaksanakan dalam kondisi sederhana, meski begitu rakyat Indonesia yang kala itu tengah menjalankan ibadah puasa merasa gembira dan bersyukur perjuangan mereka melawan penjajah akhirnya berbuah manis.
detikRamadan akan mengulas peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Ramadan. Semoga pembaca bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi. Ikuti terus tulisan selanjutnya. (slm/ega)










































