Ahok-PDIP Sama-sama Jual Mahal, Sulit Bersatu

Panasnya Pilgub DKI

Ahok-PDIP Sama-sama Jual Mahal, Sulit Bersatu

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 21 Jun 2016 11:23 WIB
Ahok-PDIP Sama-sama Jual Mahal, Sulit Bersatu
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Jakarta - Setelah sejuta KTP dukungan Ahok-Heru terkumpul sejuta, Ahok membuka peluang diusung parpol. Golkar-Hanura-NasDem pun langsung siap berembug soal kemungkinan mengusung Ahok. Sementara PDIP masih saja jual mahal.

"Kalau mau ikut jalur partai, ya ikuti aturan main yang berlaku di partai. Antara relawan dan PDI Perjuangan juga bisa berjalan dan berjuang bersama secara komplimenter (saling melengkapi) tidak harus dipertentangkan," kata Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira saat dihubungi detikcom, Senin (20/6/2016).

Ia menegaskan PDIP tak akan mendukung calon independen. Jadi kalau Ahok tetap di jalur independen dan tidak menjadi anggota parpol maka sulit terjadi kesepakatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagi PDIP, ada perbedaan yang prinsipil antara pilihan melalui jalur perseorangan dan melalui jalur partai. Filosofi diusung oleh jalur partai adalah mengedepankan prinsip kebersamaan dalam memperjuangkan, memenangkan dan menjalankan proses pemerintahan dengan prinsip gotong royong," ungkapnya.

"Sementara pilihan jalur perseorangan yang dikedepankan adalah individualisme kandidat. Dan tujuan pun hanya untuk meraih kekuasaan," papar Andreas.

Sementara itu Ahok yang mengaku sebagai orang dekat Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri juga tak kalah jual mahal. Ahok merasa dirinya adalah CEO, dia tak ingin terikat dengan parpol mana pun.

"Enggaklah, aku kan milik semua, CEO kok," ucap Ahok sambil beranalogi kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Senin (20/6/2016).

Ahok mengatakan meski terbuka peluang diusung parpol, namun dirinya belum membuat keputusan. Sejauh ini Ahok adalah bakal cagub independen yang diperjuangkan Teman Ahok.

"Oh iya kalau kemarin, kita harus milih (independen/parpol). Fight dicurangin pun. Kalau nggak ada partai yang mau dukung ya kita harus fight dong," ujarnya.

Kalau PDIP benar-benar tak bisa mengusung Ahok, siapa bakal didorong banteng moncong putih ke Pilgub DKI?

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads