"Sistem ini sudah lama dicanangkan tapi belum pernah dicoba. Kalau sekarang dilihat, bisa saja ada kendala. Karena menurut saya kurang efektif," kata anggota Komisi B DPRD DKI Ruddin Akbar Lubis saat berbincang, Senin (20/6/2016).
Sistem ini akan diterapkan kepada mobil yang melintasi jalur-jalur yang sebelumnya diterapkan sistem 3 in 1. Menurut Ruddin, hal yang paling tidak efektif adalah pada proses pengawasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruddin mengatakan sebagai solusi kemacetan, yang lebih utama adalah bertugasnya para polisi lalu lintas dan dinas perhubungan. Menurutnya, para petugas harus tahu bagaimana bertindak ketika lalu lintas sedang macet.
"Paradigma baru, petugas mesti memperlancar kondisi lalu lintas. Jangan sibuk menindak pengendara lalu lintas," ucap Ruddin.
Selain itu, kemacetan di Jakarta menurutnya akan usai jika para pengguna mobil tidak selalu menggunakan mobilnya. Hal ini dapat didorong ketika sistem electronic road pricing (ERP) sudah dijalankan.
"Kalau ERP sudah dijalankan, akan banyak orang yang mikir untuk menggunakan mobilnya yang tiap hari isinya cuma satu orang. Tapi agar orang mau meninggalkan mobilnya, harus diikuti pula dengan hadirnya kendaraan umum yang murah dan nyaman," ujar Ruddin. (bag/bag)











































