Jampidsus Arminsyah: Kami Koordinasi dengan KPK soal La Nyalla

Jampidsus Arminsyah: Kami Koordinasi dengan KPK soal La Nyalla

Dhani Irawan - detikNews
Senin, 20 Jun 2016 18:11 WIB
Jampidsus Arminsyah: Kami Koordinasi dengan KPK soal La Nyalla
Foto: La Nyalla (Edward/detikcom)
Jakarta - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah mengaku berkoordinasi dengan KPK terkait penanganan berbagai kasus, termasuk kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim tahun 2012. Kasus tersebut saat ini masih ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

"Koordinasi secara umum kami kan dengan KPK berkoordinasi masalah penanganan perkara ada hal-hal yang mungkin kita juga minta bantuan dengan KPK seperti ada kasus audit konstruksi itu kan biayanya besar kita kan biayanya sedikit karena cuma 1 Kejari kita minta dukungan KPK untuk melakukan minta ahli nanti hasilnya buat kita," kata Arminsyah di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (20/6/2016).

Terkait dengan kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim, Arminsyah mengaku Kejati Jatim mengalami kesulitan dalam hal penyitaan. Kasus tersebut masih menjerat seorang tersangka yaitu La Nyalla Mattalitti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Kasus) La Nyalla kita ada hambatan berkaitan dengan persetujuan penyitaan. Nah, ini kan laporan yang saya terima dari Kejati bahwa persetujuan penyitaan belum turun sudah disurati 2 kali. Nah, ini kita koordinasi dengan KPK dengan korsup KPK mungkin KPK akan memberi bantuan penjelasan kepada pihak-pihak terkait," sebut Arminsyah.

Arminsyah mengatakan bahwa saat ini jaksa tengah mengebut pemberkasan perkara tersebut agar segera dilimpahkan ke persidangan. Mengenai lokasi sidang, Arminsyah cenderung memilih Jakarta dengan pertimbangan kejadian sebelumnya di Surabaya yang cukup riskan.

"Kita pertimbangkan kejadian kemarin adanya perusakan rumah dinas tapi tentunya aparat keamanan di sanalah pertimbangannya nanti kita minta aparat sana untuk membaca situasi kalau memang tidak memungkinkan disidangkan di Surabaya tentu kita mintakan untuk dipindahkan ke Jakarta," kata Arminsyah. (dhn/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads