"Bagus, cakep kan. Bisa main Skateboard tuh," kata Andri di Kantornya, Gedung Dishub DKI Jakarta, Jl Taman Jatibaru, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2016).
"Jadi begini ya sterilisasi bukan kami mengambil hak pengguna jalan yang lain, tidak tapi kami mengutamakan pengguna yang lebih banyak makanya kami lakukan sterilisasi," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih ada tuh di koridor VI, saya tahu, yang nerobos-nerobos masih ada kan. Tapi dibandingkan dengan dulu udah beda dong karena kita berkoordinasi terus dengan Bina Marga untuk meningkatkan separatornya. Penginnya sih 12-12-nya separatornya sudah bagus," papar Andri.
Menurut dia, masalah kemacetan berasal dari berbagai faktor. Salah satunya angkutan umum yang kerap berhenti sembarangan.
"Iya itu, semua nanti kalau revitalisasi juga insya Allah akan baik. Jadi begini kalau masalah kemacetan. Anda nanya ke A gara- gara B, nanya ke B gara-gara C. Nah bagaimana sekarang kita meningkatkan layanan angkutan umumnya," jelas Andri.
"Salah satunya dengan rupiah per kilometer. Nanti kalau seumpama rupiah per kilometer ngapain lagi sih ngetem-ngetem. Duitnya dikit kalau ngetem. Dia semakin banyak jalan semakin banyak duitnya," kata Andri. (aan/aan)











































