Mendapati tanggapan seperti itu, Kadishubtrans Andri Yansyah menegaskan ERP tetap akan diberlakukan. Menurut dia, ERP saat ini tengah dalam proses sebelum dirampungkan.
"ERP sudah, akhir bulan akan kita lakukan lelang minat. Udah jalan terus ERP. Akhir bulan ini langsung lelang. Udah gue ambil alih mah udah jalan terus," kata Andri di Kantornya, Gedung Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Jl Taman Jatibaru, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan begini, penerapan ganjil-genap itu kenapa kita lakukan, begitu penghapusan 3 in 1 kan kita tambah tuh. Karena salah satu amanat Focus Discussion Group (FDG) kan menambah kualitas angkutan umum yang tadinya 490-an, 493, 494, tapi jumlah penumpangnya hanya berkisar di 320 ribu. Terus kita tambah nih jadi 850 angkutan dengan bantuan dari Kemenhub," papar Andri.
"Tapi angkanya tuh 370, 380, tidak signifikan. Kenapa nih? Akhirnya kita lakukan sterilisasi. Tidak pindah juga, ya sudah kita terapkan ganjil genap untuk menunggu kekosongan sambil menunggu ERP," imbuhnya.
Andri mengaku tidak terganggu dengan protes-protes yang didapat. Dia akan tetap menjalankan kebijakan untuk dapat meminimalisir kemacetan.
"Ya kalau enggak suka ya enggak sukalah, karena biasanya pakai kendaraan pribadi. Nantinya bagaimana kita mendorong masyarakat itu pindah ke kendaraan umum. Sekarang lihat tuh siang-siang. Banyak kan busnya yang melompong. Enggak efektif dong. Kebijakan yang merugikan masyarakat pasti ya protes, tapi kita jalan dulu. Kalau protes-protes terus kan gak jalan-jalan," pungkas Andri. (rvk/rvk)











































