DetikNews
Senin 20 Juni 2016, 14:41 WIB

Kadishub DKI Soal Perkembangan ERP: Akhir Bulan Ini Proses Lelang

Kartika Sari Tarigan - detikNews
Kadishub DKI Soal Perkembangan ERP: Akhir Bulan Ini Proses Lelang ilustrasi rambu ERP/ Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Rencana Pemprov DKI uji coba ganjil genap di bekas jalur 3 in 1 menuai protes. Banyak pihak yang yang menyebut Electronic Road Pricing (ERP) akan lebih efektif.

Mendapati tanggapan seperti itu, Kadishubtrans Andri Yansyah menegaskan ERP tetap akan diberlakukan. Menurut dia, ERP saat ini tengah dalam proses sebelum dirampungkan.

"ERP sudah, akhir bulan akan kita lakukan lelang minat. Udah jalan terus ERP. Akhir bulan ini langsung lelang. Udah gue ambil alih mah udah jalan terus," kata Andri di Kantornya, Gedung Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Jl Taman Jatibaru, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2016).

Dia menyebut, uji coba ganjil genap dilakukan sebagai satu langkah mengurai kemacetan di Jakarta. Dishub DKI, sambung Andri, sudah melakukan beberapa langkah hingga akhirnya memilih menerapkan ganjil genap.

"Kan begini, penerapan ganjil-genap itu kenapa kita lakukan, begitu penghapusan 3 in 1 kan kita tambah tuh. Karena salah satu amanat Focus Discussion Group (FDG) kan menambah kualitas angkutan umum yang tadinya 490-an, 493, 494, tapi jumlah penumpangnya hanya berkisar di 320 ribu. Terus kita tambah nih jadi 850 angkutan dengan bantuan dari Kemenhub," papar Andri.

"Tapi angkanya tuh 370, 380, tidak signifikan. Kenapa nih? Akhirnya kita lakukan sterilisasi. Tidak pindah juga, ya sudah kita terapkan ganjil genap untuk menunggu kekosongan sambil menunggu ERP," imbuhnya.

Andri mengaku tidak terganggu dengan protes-protes yang didapat. Dia akan tetap menjalankan kebijakan untuk dapat meminimalisir kemacetan.

"Ya kalau enggak suka ya enggak sukalah, karena biasanya pakai kendaraan pribadi. Nantinya bagaimana kita mendorong masyarakat itu pindah ke kendaraan umum. Sekarang lihat tuh siang-siang. Banyak kan busnya yang melompong. Enggak efektif dong. Kebijakan yang merugikan masyarakat pasti ya protes, tapi kita jalan dulu. Kalau protes-protes terus kan gak jalan-jalan," pungkas Andri.
(rvk/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed