Direktur Politeknik Maritim Negeri Indonesia Sri Tutie Rayahu mengatakan, kehadiran mereka ke Istana Kepresidenan sesuai dengan undangan dari Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.
"Kami dari Politeknik Maritim Negeri Indonesia. Kampus kami di Semarang. Kami satu-satunya Politeknik Maritim di bawah Kemenristek Dikti. Suatu kehormatan hari ini, setelah kunjungan Presiden Jokowi ke Jerman beberapa waktu lalu, kami diperintahkan Presiden untuk menghadap. Dan hari ini menghadap," kata Sri Tutie di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena korelasi Nawa Cita nomor satu yakni, Polimarin (Politeknik Maritim Negeri Indonesia) merupakan poros maritim yang mperkuat jati diri negara maritim dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di bidang maritim. Kami juga meningkatkan produktivitas dari sisi SDM yang berkompeten yang memang dibutuhkan. Kami punya kewenangan untuk mengeluarkan 11 sertifikat kelautan tingkat internasional," jelas Sri Tutie.
Selain itu, lanjut Sri Tutie, pihaknya telah mendirikan program D4 Nautika, yang merupakan satu-satunya di Indonesia. Pihak Polimarin juga telah 4 tahun menjalin kerja sama dengan Jerman.
"Perlu diketahui, kerja sama luar negeri yang sudah kami lakukan yakni dengan World Maritime University Swedia, Korea Institute Maritime and Technology, University of Tazmania, dengan TNI AL untuk pembinaan karakter, Bea dan Cukai untuk basic safety training, dan perusahaan swasta maritim, ITC atau pelindung Polimarin baru mengeluarkan satu angkatan lulusan, alhamddulillah 100 persen terserap di dunia kerja. Korea juga minta tapi kalau diserahkan semua ke luar negeri, maka kami pertahankan alumni dipakai di nasional," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Sri Tutie juga menyampaikan keinginannya Polimarin untuk menobatkan Jokowi sebagai Bapak Maritim Indonesia.
"Kami berencana untuk memberikan penghargaan kepada Presiden Jokowi sebagai Bapak Maritim Indonesia yang nanti akan dibarengkan pada perayaan Hari Maritim Dunia pada 29 September, dan PBB memusatkan kegiatan tersebut di Turki. Semoga pemusatan itu berada di Polimarin di Semarang khususnya didukung TNI AL, Kemenristek Dikti," kata Sri Tutie. (rjo/hri)











































