Banjir di Solo Surut, Warga yang Mengungsi Hari ini Kembali ke Rumah

Banjir di Solo Surut, Warga yang Mengungsi Hari ini Kembali ke Rumah

Muchus Budi R. - detikNews
Senin, 20 Jun 2016 12:57 WIB
Banjir di Solo Surut, Warga yang Mengungsi Hari ini Kembali ke Rumah
Suasana saat banjir di Solo, Minggu 19 Juni 2016 (Muchus BR/detikcom)
Solo - Genangan air akibat banjir luapan Bengawan Solo yang melanda Kota Solo telah surut. Semenjak pagi para pengungsi telah mulai meninggalkan pos-pos pengungsian. Problem yang terjadi berikutnya adalah pengadaan air bersih dan gangguan kesehatan warga korban pasca banjir.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan bahwa seluruh genangan air akibat luapan Bengawan Solo di daerahnya telah ditangani. Para pengungsi bahkan sudah kembali ke rumah karena genangan air sudah surut.

"Semua pompa air sudah dioperasikan sejak kemarin, baik di pintu air maupun di jalan-jalan dalam kota. Banjir terjadi karena intensitas hujan yang tinggi sampai berjam-jam. Sekarang sudah normal. Apalagi sejak Minggu petang hingga sekarang tidak ada hujan susulan di Solo dan sekitarnya," ujar Rudy, panggilan akrab Hadi Rudyatmo, Senin (20/6/2016) siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal serupa juga dikatakan oleh Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Solo, Sumartono Hadinoto, juga mengatakan relawan-relawan PMI di lapangan semenjak pagi telah membantu warga untuk kembali ke rumah masing-masing. PMI tidak lagi fokus pada penanganan darurat pengungsi, melainkan pada pelayanan kesehatan.

"Banyak laporan korban yang terkena flu dan diare. Kami mengirim tiga tim pelayanan kesehatan lapangan di Kelurahan Joyontakan, Gandekan dan Kedunglumbu. Selain itu kami juga membantu Pemkot untuk pengiriman tangki-tangki air bersih ke permukiman warga untuk pengadaan air bersih warga, fasilitas umum, tempat ibadah maupun untuk bersih-bersih lingkungan," ujar Sumartono.

Sementara itu dari Wonogiri dilaporkan, volume Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri dalam status aman. Banjir luapan yang terjadi di Solo dan sekitarnya pada Sabtu hingga Minggu kemarin, disebutkan bukan karena pengaruh volume air Waduk Gajah Mungkur yang berada di kawasan hulu Bengawan Solo.

"Volume air Waduk Gajah Mungkur dalam level aman. Sejak Sabtu bahkan kami tidak membuka pintu air. Sebenarnya banjir di Solo dan sekitarnya bukan dari limpahan air dari waduk namun akibat intensitas hujan tinggi yang merata di Solo dan sekitarnya. Anak-anak sungai meluap, semuanya masuk ke Sungai Bengawan Solo sehingga banjir di bagian hilir," papar Kepala Divisi Air dan Sumber Air IV Perusahaan Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Sungai Bengawan Solo, Erwando.

Erwando menegaskan saat ini permukaan air Waduk Gajah Mungkur mencapai 135 mdpl, dengan batas amannya 136 mdpl. Karena kondisi itu Jasa Tirta tidak perlu membuka pintu pelepasan untuk pengendalian karena volume air. Jika akan membuka atau menutup pintu waduk, kami selalu berkoordinasi dengan Pemkot Surakarta, juga kota-kota lain di sepanjang hilir seperti Ngawi, Bojonegoro, Tuban dan lain-lainnya. (mbr/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads