Kemlu Belum Pastikan WNI yang Ditahan di Turki akan Dibebaskan

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Senin, 20 Jun 2016 02:05 WIB
Ilustrasi: Menlu Retno bersama 4 WNI sandera Abu Sayyaf yang tiba di Lanud Halim (Foto: Hasan Alhabshy)
Jakarta - Seorang pria Warga Negara Indonesia (WNI), Handika Lintang Saputra, ditahan oleh polisi Turki karena disebut terlibat kelompok terlarang di negara itu, yakni kelompok Hizmet. Apakah dia akan dibebaskan dari penjara?

"Belum tahu. Ini kan hukum negara lain," kata Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi usai acara buka bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) di rumah dinas Mensesneg Jalan Widya Chandra I No. 4, Minggu (19/6/2016).

Alumni Jurusan Hubungan Internasional UGM ini menyatakan bebas-tidaknya Handika merupakan kewenangan pemerintah Turki. Pemerintah Indonesia sebatas menjamin agar hak-hak pria asal Wonosobo itu tak terenggut.

"Tugas kita hanya mendampingi agar tidak terkurangi hak-haknya," kata Retno.

Retno menyatakan pihak Indonesia sudah bertemu dengan Handika di penjara. "Jadi kalau ada seperti itu, ada pendampingan hukum, sudah dilakukan," kata Retno.

(Baca juga: WNI yang Ditangkap di Turki Tolak Tuduhan Berafiliasi dengan Gerakan Terlarang)

Mahasiswa Gaziantep √úniversitesi itu ditangkap bersama dua orang warga negara Turki. Mereka diduga terlibat dalam kelompok Hizmet, yakni kelompok yang dipimpin ulama intelektual Fethullah Gulen seteru Erdogan.

Namun demikian, Handika menyatakan tak berhubungan dengan organisasi Hizmet. "Yang bersangkutan telah didampingi oleh pengacara yang mengatakan bahwa yang bersangkutan menyatakan menolak tuduhan yang diajukan oleh otoritas keamanan setempat dalam pemeriksaan," kata jubir Kemlu Arrmanatha Nasir dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Minggu (12/6) lampau.

(dnu/dnu)