Polresta Pekanbaru Tembak 4 Perampok Bersenjata Api Lintas Provinsi

Polresta Pekanbaru Tembak 4 Perampok Bersenjata Api Lintas Provinsi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Minggu, 19 Jun 2016 23:24 WIB
Polresta Pekanbaru Tembak 4 Perampok Bersenjata Api Lintas Provinsi
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Polresta Pekanbaru berhasil membekuk 4 kawanan perampok bersenjata api yang selama ini meresahkan warga. Dari kawanan bandit itu, dua pucuk pistol dan pelurunya berhasil disita.

Kapolresta Pekanbaru, AKBP Tony Hermawan mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Minggu (19/6/2016). Tony menjelaskan, ke empat kawanan rampok bersenjata ini digerebek pukul 03.00 dini hari di dua lokasi yang berbeda.

"Mereka selama ini melakukan aksi perampokan di sejumlah toko di Pekanbaru. Dalam aksinya, mereka selalu mengancam untuk membunuh pemilik toko bila melakukan perlawanan," kata Tony.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tony menyebutkan, kawanan bandit ini dimotori WB (41) warga asal Sumatera Selatan selaku pimpinan yang menyediakan senpi. Dalam aksinya menggunakan jaringannya yaitu warga Pekanbaru yakni, MS (35), NA (46) dan UM (36).

"Setiap melakukan aksi perampokan, mereka ini memiliki tim di lapangan sebagai mata-mata. Jadi kerja mereka ini cukup rapi," kaa Tonny.

Masih menurut Tony, mereka ini tertangkap setelah dilakukan penyidikan dalam sepekan terakhir. Mereka berpencar di dua lokasi berbeda di Pekanbaru.

"Awalnya dua orang kia gerebek, selanjutnya di lokasi berbeda lagi kita tangkap lagi kedua pelaku. Mereka-sama-sama memiliki senjata api dan melakukan perlawanan saat digerebek. Karena itu semuanya kita lumpuhkan dengan tembakan di kakinya," kata Tony.

Barang bukti yang disita, kata Tony, dua pucuk pistol jenis revolver, 10 kotak ponsel genggam berbagai merek hasil rampokan, serta 10 butir peluru aktif.

Pihak kepolisian masih mengembangkan kasus ini. Sebab, komplotan perampok ini merupakan jaringan lintas provinsi.

"Kita masih kembangkan kasus ini untuk mengusut dari mana senjata itu mereka dapatkan. Kami yakin, masih ada lagi jaringan lainnya," tutup Tony. (cha/idh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads