Bersiap Menyambut Musim Haji 2016

Bersiap Menyambut Musim Haji 2016

Rachmadin Ismail - detikNews
Minggu, 19 Jun 2016 11:15 WIB
Bersiap Menyambut Musim Haji 2016
Dokumen Haji 2015/ Foto: Gagah Wijoseno
Jakarta - Musim haji 2016 atau 1437 Hijriah akan segera tiba. Walau masih berjarak sekitar dua bulan lagi, para jamaah sebaiknya mulai bersiap. Mulai dari fisik, mental dan pengetahuan manasik haji bisa dimatangkan sejak sekarang.

Berdasarkan data dari Kementerian Agama, tahun ini akan berangkat 168.800 jamaah haji asal Indonesia. Angka itu terdiri dari 155.200 haji reguler dan 13.600 haji khusus. Sebetulnya, kuota Indonesia berjumlah sekitar 211 ribu orang, namun angka itu dikurangi 20 persen oleh pemerintah Arab Saudi karena ada proyek perluasan Masjidil Haram.

"Semua negara jadi wajib dikurangi kuotanya sampai 20 persen, termasuk Indonesia," kata staf teknis haji Konjen RI di Jeddah, Arsyad Hidayat, saat mengisi materi pembekalan terhadap Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (nonkloter) Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede, Jaktim, Rabu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawa Barat adalah provinsi dengan jumlah jamaah terbanyak yakni 30.088 orang diikuti oleh Jawa Timur 27.323 orang dan Jawa Tengah 23.717 orang. Provinsi lain menyusul dengan angka ribuan dan ratusan orang.

Para jamaah akan terbagi dalam 384 kelompok terbang (kloter) dari 13 embarkasi. Mereka akan mulai berangkat pada 9 Agustus 2016 dan terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama akan berdatangan sejak tanggal 9 Agustus sampai 20 Agustus, sementara gelombang kedua akan mulai berangkat 23 Agustus 2016 sampai 5 September 2016.

Puncak haji akan berlangsung mulai tanggal 8 September sampai dengan 13 September. Selama durasi waktu tersebut, jutaan jamaah haji dari berbagai negara di seluruh dunia akan berkumpul di Makkah. Dari Indonesia, jumlah jamaah sebanyak 168.800 orang adalah yang terbanyak dibandingkan dengan negara lain.

Para jamaah haji reguler akan berada di Arab Saudi selama 39 hari. Gelombang satu akan menjalani ibadah di Madinah, lalu lanjut ke Makkah, sementara gelombang dua akan memulai ritual haji dari Makkah lalu pindah ke Madinah. Untuk jamaah haji khusus, durasi waktunya lebih singkat.

Di sana, para jamaah akan tinggal di pondokan dengan sejumlah fasilitas yang nyaman. Selain itu, mereka juga akan dilayani perjalanannya oleh bus-bus yang disediakan olah otoritas perhubungan darat Arab Saudi bernama Naqobah.

Dalam waktu beberapa pekan ke depan, para jamaah dijadwalkan menjalani manasik haji untuk memperdalam kemampuan ibadah haji. Selama proses haji, mereka juga akan didampingi oleh tim pembimbing ibadah dan tim pelayanan lainnya di masing-masing kloter.

Selain jamaah, para petugas pelayanan ibadah haji (PPIH) juga sudah bersiap. Total petugas yang diterjunkan tahun ini ke Arab Saudi mencapai 3.250 orang. Dari jumlah tersebut, 1.920 petugas bergabung bersama kloter, 826 petugas nonkloter, sisanya tenaga musiman dan para mukimin di Arab Saudi. Khusus untuk tenaga PPIH nonkloter, 520 orang dari Kementerian Agama, 306 dari Kementerian Kesehatan. Mereka sudah mengikuti pembekalan sejak tanggal 14 sampai 23 Juni 2016. Selain itu, tim PPIH yang akan bertugas di embarkasi sampai daerah juga sudah melakukan sejumlah persiapan.

"Kita harus memberikan pelayanan, bimbingan dan perlindungan bagi jamaah haji. Itu tugas kita," pesan Arsyad. (mad/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads