Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan bahwa guncangan dirasakan di Kota Bengkulu, Mukmuko, Penampung, Ketaun, Ipuh dan Kepulauan Mentawai dalam skala intensitas II-III MMI (II SIG-BMKG) apabila dilihat dari Peta Tingkat Guncangan (shake map) BMKG. Sementara itu di daerah Pesisir Selatan hingga Padang Sumatera Barat, guncangan dirasakan dalam skala intensitas II MMI (I SIG-BMKG).
"Meskipun banyak warga di Bengkulu sempat berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri, tetapi hingga penjelasan gempa bumi ini disusun, belum ada laporan adanya kerusakan bangunan akibat gempa bumi," kata Daryono dalam keterangannya, Minggu (19/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh mekanime penyesaran naik (thrust fault). Sehingga patut kita syukuri bahwa gempabumi yang terjadi pada kedalaman 54 kilometer dengan kekuatan relatif kecil M=5,4 sehingga tidak berpotensi menimbulkan tsunami," jelas Daryono.
Daryono menyebut sejauh ini belum ada aktivitas gempa bumi susulan. Dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab karena gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. (dhn/dhn)










































