Korban Selamat dari Gedung Roboh di Jakut Ditemukan dalam Posisi Sujud

Korban Selamat dari Gedung Roboh di Jakut Ditemukan dalam Posisi Sujud

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Sabtu, 18 Jun 2016 20:45 WIB
Korban Selamat dari Gedung Roboh di Jakut Ditemukan dalam Posisi Sujud
Foto: Dok. Sudin Damkar Jakut
Jakarta -
Basarnas bersama Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara melakukan evakuasi korban bangunan runtuh di Jalan Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara. Korban yang masih dalam kondisi bernafas yaitu Deden ditemukan dalam posisi sujud terjepit antara bangunan tembok.

"Korban ada seluruhnya ada 6. Empat berhasil menyelamatkan diri dan dua lagi masih berada di lokasi. Setelah kami identifikasi ternyata salah satu korban telah meninggal diketahui bernama Nana sedangkan korban Dede masih hidup dalam posisi terjepit di antara reruntuhan bangunan," ujar Kasudin Damkar Jakarta Utara, Satriadi Gunawan, di lokasi kejadian, Sabtu (18/6/2016)

Tim sendiri berusaha menenangkan Nana selama proses evakuasi. Anggota penyelamat berupaya agar korban masih dalam kondisi sadar ketika dievakuasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama kali datang kita naik ke atas kita lihat empat orang di luar dan ada satu korban yang berteriak minta tolong di antara reruntuhan bangunan. Setelah kita cek ternyata ada korban hidup dan meninggal dunia," paparnya.

Kondisi bangunan yang rawan roboh menjadi kendala petugas di lapangan. Tim sempat kesulitan hingga akhirnya meminta bantuan Basarnas untuk proses penyelamatan.

Sekitar pukul 15.30 WIB, tim Basarnas tiba di lokasi kejadian. Tiga puluh personel Basarnas datang membawa peralatan Collapsed Structure Search and Rescue (CSRR), dipimpin Komandan Kompi Basarnas Spesial Grup Charles Batlajery

"Kami analisis struktur bangunan dan posisi korban Setelah kita analisis, puji Tuhan ada korban selamat. Korban diketahui bernama Deden ditemukan dalam posisi sujud," kata Charles di tempat yang sama.

Selama proses evakuasi, lanjut Charles, dirinya berusaha menenangkan korban hidup. Sesekali korban sempat tidak sadarkan diri akibat kelelahan.

"Dia terus menerus berteriak minta tolong. Sebagai tim rescue saya katakan 'Kami tim penolong akan berusaha semaksimal mungkin untuk menolong, bapak percayakan kepada kami'," ucap Charles.

"Posisi orang sujud. Jadi kita bobol dari samping untuk bikin akses jalur evakuasi. Secara perlahan kita berhasil mengeluarkan korban. Untuk cedera yang dialami hanya di sekitar pinggung karena tertimpa reruntuhan," pungkasnya.


(edo/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads