DetikNews
Sabtu 18 Juni 2016, 15:25 WIB

Sosialisasi 4 Pilar di Cihampelas, Ketua MPR Bicara Tenggang Rasa Umat Beragama

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Sosialisasi 4 Pilar di Cihampelas, Ketua MPR Bicara Tenggang Rasa Umat Beragama Foto: Ahmad Masaul Khoiri
Jakarta - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan melanjutkan safari Ramadan bersama Muhammadiyah dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) ke Kabupaten Bandung Barat di Kecamatan Cihampelas. Di sana, Zulkifli bicara soal tenggang rasa.

"Jangan berlaku tirani. Jaga perasaan teman-teman. Kalau kita menghormati perbedaan, maka Indonesia bisa jadi bangsa besar," ujar Zulkifli Hasan di Kantor Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jalan Raya Ciraden, Sabtu (18/6/2016).

Selain itu, pria yang akrab Bang Zul tersebut juga mencontohkan sifat-sifat yang mengamalkan Pancasila. Satu di antaranya yaitu, kedepankanlah diskusi ketika ada perbedaan.

"Kalau Pancasilais jangan membakar masjid jika ada perbedaan. Membakar orang yang mempunyai perilaku menyimpang, kalau ada perbedaan musyawarah mufakat. Tujuan hidup kita bukan individualistis, hidup bersama dan bermanfaat bagi orang lain," jelas dia.

"Ketika Bapak Ibu paham Pancasila, bila ada tetangga yang kesusahan dibantu. Jangan diolok-olok. Itulah Pancasila. Pancasila yang sosialisasi harus semua, MPR, Camat, Bupati, Polisi, TNI," sambung dia.


Wawasan dan pandangan terhadap 4 pilar tersebut dijabarkannya tanpa perlu dihafal namun cukup untuk dimengerti dan kemudian diterapkan.

"Melihat cerminan yang ada sekarang ini masih adakah Pancasila saat ini. Di sini pasti sudah hafal di luar kepala. Makanya saya mengajari 4 Pilar agar mudah dipahami. Pancasila merupakan saripati cinta kasih sayang, sebagai dasar negara, pandangan hidup nilai-nilai nenek moyang kita," jelas Bang Zul.

"NKRI berarti kewajiban dan hak kita sama," sambung dia.

Bhinneka Tunggal Ika itu, diandaikannya saat dulu dilarang mengemukakan apa adanya dan disuruh sama. Jawa Barat yang mempunyai kreativitas tinggi haruslah dioptimalkan.

"Makanya tumbuh secara pesat industri kreatif di sini. Boleh optimalkan tapi hargai perbedaan. UUD '45 yang penting itu sistem demokrasi kita Pancasila, yang berdaulat rakyat. Tujuannya untuk kesejahteraan rakyatnya. Itulah konsensus dasar berbangsa bernegara," pungkas dia.


Pada kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan juga didampingi oleh beberapa pengurus DPP PAN, antara lain Sekjen PAN Eddy Soeparno, Ketua DPP Yandri Susanto, Waketum PAN Raja Sapta Oktohari, Ketua DPP Riski Sadig, M Najib Qodratullah, Azis Subekti, serta Wasekjen PAN Ahmad Yohan, Soni Sumarsono, Iswari Mukhtar, Suherlan, dan Keliek Umbaran.
(tor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed