Djarot yang didampingi istrinya, Heppy Farida, tiba di Vihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (18/6/2016) sekitar pukul 12.32 WIB. Ia disambut hangat oleh sejumlah pengelola vihara. "Ini perlu dipertahankan karena termasuk cagar budaya dan jika mau dibangun kembali desainnya harus dipertahankan," saran Djarot yang terbalut kaos warna putih ini.
Djarot lalu menuju Pasar Petak Sembilan, yang lokasinya bersebelahan dengan vihara. Ia menyoroti kondisi jalan di pasar yang becek dan banyak genangan air. Djarot meminta agar fasilitas cagar budaya dan lingkungan sekitarnya perlu ditata lebih bagus lagi. "Ini jalan harus dibenerin supaya tidak becek lagi, dibenerin batakonya," kata Djarot.
Djarot meminta agar jalanan yang tergenang air diperbaiki (Foto:Ziaul/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot membeli kepiting (Foto: Ziaul/detikcom) |
Ia tampak membeli buah-buahan segar, sayuran, kepiting hingga tahu dan talas. "Ini keunggulan pasar tradisional, harganya murah kualitas bagus. Ini untuk dimasak di rumah," sambil memilih-milih kepiting.
Djarot juga belanja sayuran dan buah (Foto: Ziaul/detikcom) |
Puas berbelanja di pasar, Djarot melangkahkan kakinya menuju kedai 'Kopi Es Tak Kie'. Ia membeli beberapa bungkus kopi yang dibuat secara turun temurun selama 80 tahun itu.
Tidak hanya itu, Djarot mengakhiri blusukannya dengan mampir ke tukang cukur rambut 'Ko Tang'.
Djarot pun menyempatkan diri cukur rambut (Foto: Ziaul) |
"Ini rambutnya perlu diapain, Pak?" kata Djarot meminta saran untuk model rambutnya.
"Cuma dicukur sedikit saja, karena sudah ganteng kok," jawab tukang cukur itu. (aan/aan)











































Djarot meminta agar jalanan yang tergenang air diperbaiki (Foto:Ziaul/detikcom)
Djarot membeli kepiting (Foto: Ziaul/detikcom)
Djarot juga belanja sayuran dan buah (Foto: Ziaul/detikcom)
Djarot pun menyempatkan diri cukur rambut (Foto: Ziaul)