PKL Yogya Demo Tolak BBM Naik
Selasa, 22 Mar 2005 14:09 WIB
Yogyakarta - DPR RI telah mengambil sikap atas keputusan pemerintah mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Tapi masyarakat banyak yang tidak menggubrisnya.Misalnya saja puluhan pedagang kaki (PKL) yang tergabung Suara Ikatan Sapu Lidi (Sikat Lidi) di Yogyakarta hari ini Selasa (22/3/2005) tetap menggelar aksi menolak kenaikan BBM.Aksi yang dimulai pukul 11.00 WIB itu diawali dari perempatan Tugu Yogyakarta di Jl Mangkubumi berakhir di depan Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta. Sebelum melakukan longmarch, mereka lebih dulu menggelar orasi di depan Tugu sambil membagi-bagikan seleberan kepada pengendara motor yang lewat.Setelah menggelar orasi selama 15 menit, massa kemudian melanjutkan longmarch menuju gedung DPRD DIY di Jl Malioboro. Meski melewati kantor Pertamina di Jl Mangkubumi, massa tidak singgah dan tetap melanjutkan aksinya. Beberapa poster yang dibawa di antaranya bertuliskan "BBM naik PKL menjerit, BBM naik lebih kejam dari tsunami, BBM = Bambang Bukan Manusia."Untuk mengantisipasi agar tidak jadi sasaran demo, pihak aparat dan kantor Pertamina sejak pukul 09.00 WIB telah dijaga ketat satu peleton anggota Poltabes Yogyakarta. Sebagian anggota polisi berjaga-jaga di dalam halaman. Sebagian lainnya berjaga-jaga diluar pagar kantor. Satu regu Unit Reaksi Cepat (URC) bersepeda motor trail juga berjaga-jaga di sepanjang trotoar Jl Mangkubumi.Setiba di halaman DPRD pada pukul 11.50 WIB, massa langsung menggelar berbagai orasi di halaman gedung dewan. Saat aksi berlangsung sekitar dua peleton Poltabes Yogyakarta berjaga-jaga di teras gedung dewan sambil mengawasi aksi berlangsung.Koordinator aksi Petrus Manurung dalam orasinya menyatakan, rakyat tetap menyatakan menolak dan tidak bisa menerima kenaikan harga BBM saat ini. Sebab dampak yang dirasakan rakyat kecil seperti para PKL sangat terasa sekali.Menurut Petrus, kenaikan harga BBM saat itu sama saja pemerintah telah membunuh rakyat miskin secara perlahan-lahan. Padahal SBY sebelum naik menjadi presiden pernah janji tidak akan menaikkan BBM namun kenyataannya justru sebaliknya."BBM naik harus kita tolak, dari pada kita dibunuh secara pelan-pelan oleh penguasa," kata Petrus disambut yel-yel tolak-tolak BBM naik berkali-kali.Selain itu, Petrus juga mengingatkan agar rakyat jangan mudah percaya dengan janji-jani yang diucapkan pemerintah setelah kenaikan BBM. Janji-janji akan memberikan dana kompensasi untuk biaya pendidikan dan kesehatan hanyalah sebuah janji omong kosong saja tanpa ada kenyataannya.Selain menyuarakan penolakan kenaikan BBM, massa Ikat Sapulidi juga menyatakan menolak penggusuran dan penggarukan terhadap para PKL seperti yang terjadi di Kota Yogyakartab akhir-akhir ini. Mereka juga menyatakan menolak segala bentuk Perda mengenai pengaturan PKL yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.Setelah selesai menggelar aksi di halaman DPRD, massa kemudian melanjutkan aksinya menuju Gedung Agung Yogyakarta. Meski aksi longmarch berlangsung dengan tertib, aparat kepolisian tetap menjaga dengan ketat saat massa menggelar aksi di Gedung Agung hingga aksi usai pada pukul 13.00 WIB.
(nrl/)











































