Warga Etnis Tamil Minta Kapal Baru Saat Bertemu Gubernur Aceh

Warga Etnis Tamil Minta Kapal Baru Saat Bertemu Gubernur Aceh

Agus Setyadi - detikNews
Sabtu, 18 Jun 2016 00:36 WIB
Warga Etnis Tamil Minta Kapal Baru Saat Bertemu Gubernur Aceh
Foto: Agus Setyadi
Banda Aceh - Gubernur Aceh Zaini Abdullah menemui warga Sri Lanka etnis Tamil yang terdampar di Pantai Pulau Kapuk, Lhoknga, Aceh Besar. Seorang pengungsi meminta kapal baru kepada Zaini.

"Kapal kami sudah bermasalah sehingga tidak layak jalan. Mohon bantuan kapal baru," kata seorang imigran perempuan, Jumat (17/6/2016).

Zaini bersama Kapolda Aceh Irjen Husein Hamidi datang ke lokasi untuk melihat kondisi imigran yang sudah seminggu terdampar di sana. Gubernur sempat memberikan bantuan logistik secara simbolis kepada dua warga etnis Tamil. Keduanya diminta turun dari kapal untuk menerima bantuan berupa makanan dan minuman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itulah, salah seorang imigran perempuan meminta bantuan kapal baru. Menurutnya, kapal besi hijau yang sekarang mereka tumpangi sudah tidak layak digunakan untuk berlayar ke Australia.

Menangggapi permintaan tersebut, Zaini mengatakan, kapal yang ditumpangi 44 warga etnis Tamil masih dalam kondisi bagus. Mesin yang rusak sudah diperbaiki teknisi dan beberapa bagian yang bocor sudah ditempel.

"Itu (kapal tidak layak berlayar) alasan mereka saja. Kapal mereka masih bagus," kata Zaini.

Menurut Zaini, Pemerintah Aceh akan memberikan bantuan logistik, bahan bakar sebanyak tujuh ton, dan pemeriksaan kesehatan. Hal itu dilakukan sesuai dengan memo Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dalam waktu dekat kapal tersebut akan ditarik ke laut lepas dengan menggunakan tug boat saat air laut pasang. Saat ini posisi kapal sudah kandas di bibir pantai. Bagian bawah kapal tertimbun pasir sehingga tidak mudah untuk menarik kembali ke tengah laut. Satu unit alat berat telah berada di lokasi untuk mendorong kapal.

"Ini tinggal menunggu air pasang biar mudah ditarik," jelasnya.

Saat berlayar kembali, kapal warga etnis Tamil ini akan dikawal menggunakan kapal TNI AL hingga ke perbatasan. "Tujuan mereka bukan ke Aceh. Mereka mau ke Australia," ungkapnya.

(fdn/fdn)


Berita Terkait