Firdaus MT menilai, sikap mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang membawa truk berisikan sampah dan dibuang di depan rumahnya, tidak bisa ditolerir.
"Sudah sangat keterlaluan, motivasinya apa? Apa yang mereka perjuangkan? Walau menyebut mahasiswa, saya belum yakin apakah secara kelembagaan, atau oknum ditunggangi intelektual yang punya kepentingan di belakangnya," kata Firdaus kepada wartawan usai berbuka bersama di rumah dinasnya dengan peserta MTQ Tingkat Nasional RRI di Pekanbaru, Jumat (17/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sikap mereka sangat luar biasa. Saya terus terang saja, para politikus punya kepentingan," ujar Firdaus.
FIrdaus menjelaskan, persoalan sampah yang menjadi isu hangat bagi warga Pekanbaru, pihaknya sudah memutuskan kontrak dengan perusahaan pemenang tender. Dalam hal ini PT MIG selaku pemenangnya.
"Perusahaan itu (PT MIG) sudah diputus kontraknya. Karyawan dari sana (PT MIG) sudah kita pekerja. Mereka sudah bekerja untuk angkut sampah, saya tadi pantau langsung soal kerja mereka, relatif baik kerjanya," kata Firdaus.
Menurut Firdaus sikap mahasiswa yang membuang sampah saat di rumahnya ada hajatan buka bersama dengan peserta MTQ RRI Tingkat Nasional itu sudah mempermalukan.
"Itu (sikap mahasiswa) sudah mempermalukan kota ini, bukan lagi mempermalukan Firdaus. Syukur tadi tamu saya sudah pada masuk. Mereka sudah (mahasiswa) sudah keterlaluan. Makanya aksi mereka kita laporin," kata Firdaus.
Karenanya laporan ke polisi dilakukan untuk mengungkap siapa aktor intelektual di belakang aksi mahasiswa tersebut.
"Kalau mau hantam saya, carilah cara yang bagus. Ini kan (rumah dinas) simbol negara, apa lagi saya lagi menggelar acara nasional. Cara mereka sengaja mempermalukan negeri ini, bukan mempermalukan Firdaus," katanya.
Dalam sebulan terakhir, persoalan sampah menjadi 'horor' yang menakutkan bagi masyarakat Pekanbaru. Penumpukan sampah terjadi di mana-mana. Di Jl Rajawali, Kecamatan Sukajadi, sampah menumpuk sampai menutup badan jalan.
Masyarakat sudah banyak protes atas bobroknya Pemkot Pekanbaru terkait sampah. Tapi pihak Pemkot Pekanbaru berdalih, penumpukan sampah akibat PT MIG pemenang tender tak menggaji karyawannya sehingga karyawan menolak untuk bekerja.
Tadi sore, sekelompok mahasiswa membuang sampah di depan rumah dinas Walkot Pekanbaru. Aksi itu sebagai bentuk protes terhadap Firdaus yang dianggap gagal dalam pengelolaan sampah.
(cha/fdn)










































