Kepada Wu Aiying, Yasonna menjelaskan bahwa proses hukum kelima warga negaranya tersebut sedang berjalan. Wu meminta pemerintah Indonesia memberikan perhatian.
Wu kemudian menjelaskan kepada Yasonna, bahwa tidak ada maksud jahat dari kelima WN Cina yang ditangkap tersebut. Kesalahan ada dari pihak perusahaan yang tidak memberi penjelasan kepada para pekerja bahwa Halim adalah daerah strategis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak awal kasus ini memang high profile karena menyangkut daerah strategis. Tapi mereka sebagai WN yang seharusnya diurus perusahaan tempat pemberi kerja, kurang mendapat info yang jelas mengenai kawasan itu," tambah Yasonna.
Hingga saat ini, kelima WN Cina itu masih ditahan di Rutan Cipinang. Dan mereka masih menajalani proses hukum. Menurut Yasonna, sangat wajar bila pemerintah menanyakan soal proses hukum warganya yang terjerat hukum di negara lain. Sebagai sebuah negara, hal itu yang memang perlu dilakukan. Tindakan pemerintah Cina bukan sebuah intervensi.
"Kan wajar seperti itu meminta proses hukum yang dipercepat. Ini kan negara wajib membantu warganya yang terbelit hukum. Orang kita yang ada di Malaysia dan Hong Kong juga ada yang terbelit kasus. Dan saya juga diutus presiden ke sana," terang Yasonna di Gedung Menkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Jumat (17/6/2016)..
Apakah Wu Aiying minta kelima WN Tiongkok itu dibebaskan?
"Tidak. Proses hukum sedang dijalankan," jawab Yasonna. (rvk/rvk)











































