"Kalau Muhammadiyah nggak perlu diceramahi tentang 4 Pilar karena sudah melaksanakannya. Contohnya sekolah-sekolah Muhammadiyah terbuka untuk umum," ujar Zulkifli Hasan dalam sambutannya di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Antapani, Bandung, Jumat (17/6/2016).
Pria yang akrab dipanggil Bang Zul tersebut juga menjelaskan tentang hasil survei oleh suatu lembaga yang menyatakan bahwa persatuan bangsa semakin lemah, tergerusnya proses musyawarah untuk mencapai mufakat, dan semakin jauhnya perwujudan sila kelima Pancasila.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Hari Pancasila yang ditetapkan 1 Juni oleh Presiden Jokowi, kata dia, harus menjadi pemacu untuk bersatu. Jika bersatu, maka Indonesia bisa berdaulat atau berdikari dalam segala aspek.
"Artian NKRI jangan tabu menyebut suku atau asalnya dari mana. Jadi di manapun kita berada haknya sama. Bhinneka Tunggal Ika, silakan menonjolkan apa yang menjadi kreasi daerah. Itu yang menjadi sumber budaya dan jika diseragamkan, maka akan menghilangkan identitas Indonesia," urai dia.
Inti dari UUD 1945, kata Bang Zul, adalah para pemimpin melayani rakyat karena mereka dipilih rakyat. Jika menyimpang, maka masyarakat boleh mengadu ke DPR, wali kota, gubernur sampai presiden.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Safari Ramadan yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 10 sampai 12 Juni di Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya dan Garut. Lebih jauh kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi dan menumbuhkan empati kepada masyarakat yang kurang mampu.
Melalui kegiatan Sabang Merauke Ramadhan ini, diharapkan dapat menjadi pemicu semangat dan inspirasi bagi seluruh pengurus PAN di berbagai daerah di Indonesia untuk dapat menindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan serupa di daerah masing-masing.
Safari Ramadhan wilayah Jawa Barat kali ini diikuti oleh beberapa pengurus DPP PAN, antara lain Ketua Umum Zulkifli Hasan, Waketum Mulfachri Harahap, Bendahara Umum Nasrullah, Ketua DPP Yandri Susanto, Riski Sadig dan Azis Subekti, serta Wasekjen PAN Soni Sumarsono, Iswari Mukhtar, dan Keliek Umbara. (tor/tor)












































