Kecam Hasil Paripurna, Mahasiswa Semarang Nilai DPR Banci
Selasa, 22 Mar 2005 13:21 WIB
Semarang - Sejumlah mahasiswa Semarang kembali berunjuk rasa soal BBM. Mereka menilai DPR banci karena hanya memutuskan meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan, bukan menolak, kenaikan BBM.Pendemo yang merupakan gabungan BEM Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) mulai beraksi sekitar pukul 10.45 WIB di Bundaran Air Mancur Semarang, Jl Pahlawan, Selasa (22/3/2005). Mereka memakai jas almamater berwarna kuning dan biru.Dalam orasinya, mereka menyatakan dengan memutuskan meninjau ulang kebijakan kenaikan BBM, DPR terlihat tidak serius dengan agenda sidang. Mereka tidak berpihak pada rakyat karena masih dibayang-bayangi kepentingan masing-masing parpol."Padahal sejak awal sebagian besar fraksi di DPR menolak. Bagaimana bisa akhirnya mereka terlibat dalam perbincangan 2 opsi, 5 opsi, sampai akhirnya memutuskan seperti itu. Mereka banci teman-teman," tutur salah satu peserta aksi Arif Fajar Hidayat.Setelah merasa cukup berorasi di Bundaran Air Mancur, para demonstran bergerak menuju Kantor DPRD Jateng yang jaraknya hanya sekitar 50 meter dari lokasi awal. Di depan pintu masuk Kantor DPRD, mereka berorasi ladi dan meneriaki para anggota dewan untuk kelur mendukung aksi mereka.Beberapa saat kemudian sejumlah anggota DPRD Jateng keluar. Kedatangan mereka segera disambut antusias oleh para demonstran. Salah satu anggota DPRD, M Husro menyatakan sejak awal DPRD Jateng telah menolak kebijakan kenaikan BBM. Tapi semua tergantung pada anggota dewan pusat.Puas ditemui anggota dewan, para demonstran meninggalkan Kantor DPRD sekitar pukul 12.15 WIB. Beberapa poster yang mereka bawa diantaranya, "Wakil rakyat plin-plan, tak punya pendirian, malu donk!!", MOst wanted; Anggota DPR banci", dan Katanya wakil rakyat tapi tidak tahu kondisi rakyat".
(nrl/)











































