Hal ini disampaikan Jonan, disela memeriksa kesiapan angkutan Lebaran 2016 di Stasiun Besar Malang, Kamis (16/6/2016). Mantan Direktur Utama PT. KAI itupun meminta Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk cermat. Kendati biaya besar harus dibutuhkan selama renovasi.
"KPA tidak becus, masak bangun terminal bertahun-tahun tidak selesai," sesalnya menjawab pertanyaan wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa karena perencanaan kurang pas. Kalau bangun terminal sampai 7 tahun ada apa. Coba nanti saya cek," akunya.
Sekedar diketahui, renovasi Terminal Arjosari sudah dimulai sejak 2011 silam. Rencananya, terminal akan diubah menjadi terminal modern dan termegah di Jawa Timur. Namun, proyek pengerjaan justru mangkrak setelah menerima kucuran anggaran pusat hingga Rp 60 miliar.
Sementara Kementerian Perhubungan kembali menggelontorkan dana untuk pemugaran Terminal Arjosari senilai Rp 4 miliar. Dana tersebut, justru akan digunakan untuk pembangunan sarana pendukung baru, bukan melanjutkan proyek pembangunan yang mangkrak.
"Di sela persiapan kunjungan Menhub, tim pusat menyampaikan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Sarpras Hubdat akan menganggarkan dana Rp 4 miliar untuk Terminal Arjosari," kata Kadishub Kota Malang Handi Priyanto terpisah.
Handi membeberkan, sarana pendukung yang dimaksud adalah dua unit ruang istirahat sopir ukuran 18 x 8 meter yang ditempatkan di sisi utara terminal, ruangan itu akan diisi tempat tidur, ruang istirahat, ruang makan, musala, dan tempat mandi sopir.
Handi sendiri cenderung menginginkan adanya proses kelanjutan dari pembangunan fisik yang kini belum dapat digunakan. Meskipun, pihaknya menyambut positif rencana peningkatan sarana pendukung dengan kucuran anggaran sebesar Rp 4 miliar tersebut.
Menurut dia, fasilitas utama semestinya diutamakan. Karena banyak fasilitas baru yang dibangun dengan APBN 2016 belum bisa terpakai akibat belum layak digunakan. Contoh lainnya, adalah tidak adanya pagar batas di lokasi antrean armada bus, yang menyebabkan lokasi tidak steril dan jauh dari harapan Menteri Perhubungan.
"Akibatnya, pelayanan kepada masyarakat agak terganggu dengan kondisi seperti itu. yang dibangun sekarang, shalter belum bisa digunakan. Sehingga tetap menggunakan fasilitas lama," ungkap dia.
Ditambahkan, pada tahun depan, Kemenhub juga akan menggelontorkan kembali dana untuk pembangunan bengkel. Sarana ini penting sebagai syarat disahkannya Terminal Arjosari menjadi terminal tipe A.
Terminal yang belum jadi |












































Terminal yang belum jadi