Deklarasi dilakukan oleh Plt Ketua DPD I Golkar DKI Yorrys Raweyai di Hotel Fairmont, Selasa (14/6/2016). Yorrys mengatakan dukungan ini diberikan berdasarkan hasil kajian dan perbincangan politik yang dilakukan Partai Golkar selama beberapa hari ke belakang.
"Maka disepakati bahwa Golkar mendukung saudara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai calon gubernur DKI 2017 yang akan datang," ujar Yorrys dalam konferensi pers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada surat. Kita tunggu surat lalu dirumuskan DPP dengan wanbin. Di dalam AD/ART dinyatakan bagaimana peran wanbin," kata Ical di rumah dinas Ketua MPR, Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (15/6/2016).
Seperti diketahui, Wanbin mendapat kekuasaan lebih besar di era kepemimpinan Ketum Golkar Setya Novanto. Wanbin punya peran menentukan keputusan penting, hingga memilih calon presiden.
"Apa yang disampaikan Wanbin wajib dilaksanakan," tegasnya.
Ical pun memberi sinyal tidak setuju Golkar mendukung Ahok. Alasannya, Ahok masih memilih jalur independen.
"Dia sudah pilih independen. Kalau mau mengusung ya pilih jalur parpol," ucap Ical.
Di sisi lain, Novanto selama ini selalu memuji sepak terjang Ahok. Sinyal-sinyal dukungan pun selalu dia berikan.
"Masalah yang berkaitan dengan disiplin, dan saya lihat apa yang dilaksanakan di DPR dan DKI sudah dilaksanakan dengan baik dan berjalan baik. Sekarang yang biasanya ada banjir, enggak ada banjir. Manajemen pemerintahan juga berjalan baik," tutur Novanto saat menghadiri Buka Bersama di rumah Agung Laksono di Jl Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Minggu (12/6/2016) malam.
Lalu, apakah Novanto tetap akan membawa Golkar mendukung Ahok meski tak mengantongi restu Ical? (imk/tor)











































