Komjen Tito Harus Profesional dan Lepas dari Intervensi Politik

Kapolri Pilihan Jokowi

Komjen Tito Harus Profesional dan Lepas dari Intervensi Politik

Idham Kholid - detikNews
Kamis, 16 Jun 2016 08:29 WIB
Komjen Tito Harus Profesional dan Lepas dari Intervensi Politik
Calon Kapolri Komjen Tito Karnavian (Foto: Rengga Sancaya/detikFoto)
Jakarta - Respons positif banyak muncul baik dari masyarakat, politisi, dan pejabat pemerintah soal Komjen Tito Karnavian yang dipilih Presiden Jokowi jadi calon tunggal Kapolri. Meski begitu, Tito diminta bekerja profesional agar mampu mewujudkan harapan publik yang tinggi.

"Itu dia, beban berat itu. Tapi ya harus bisa memikul beban berat itu dengan profesionalisme, bekerja saja dengan profesional, lepaskan itu interventi-intervensi politik," kata pengamat kepolisian yang juga Guru Besar UI, Bambang Widodo Umar, saat dihubungi detikcom, Rabu (16/6/2016) malam.

Komjen Tito yang saat ini menjabat Kepala BNPT menjadi calon tunggal Kapolri pilihan Presiden Jokowi. Keputusan Jokowi memilih Tito dinilai sebagai jalan tengah di antara nama-nama perwira tinggi Polri yang ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pandang begini, ini putusan jalan tengah yang terbaik yang dibuat Presiden, berani menaikkan junior," urainya.

Bambang mengatakan, harapan besar berada di pundak Tito untuk memimpin Polri menjadi lebih baik. Meskipun tergolong junior, dia meyakini Tito mampu profesional, sebab Tito memiliki prestasi dan pengalaman yang bagus selama berkarier di kepolisian.



"Namun juga beliau ini akan menghadapi resistensi ke dalam. Ke dalam ini kita harapkan, meskipun dia junior, tetapi melihat penampilannnya kemarin itu saya menduga dia cukup berani untuk mengambil langkah sebagai seorang leader. Keberanian ini saya harapkan terarah sehingga hasilnya ada manfaatnya," ujarnya.

"Tapi kita mendukung karena reputasi selama ini baik, dan beliau ini seperti kuda hitam, kan enggak nyangka itu kan, yang ramainya kan yang itu-itu saja, akhirnya muncul Pak Tito. Saya pun berpandangan bahwa pak Tito ini, saya tidak tahu persis ya, semoga benar, tidak terlalu mendekatkan diri ke partai. Saya melihat dia orang yang profesional, dari sekolahnya maupun kerjanya," tutupnya.

(idh/hri)


Berita Terkait