KNKT: 80 Persen Kecelakaan Lalin Arus Mudik 2015 Akibat Kelelahan

KNKT: 80 Persen Kecelakaan Lalin Arus Mudik 2015 Akibat Kelelahan

Sukma Indah Permana - detikNews
Rabu, 15 Jun 2016 23:04 WIB
KNKT: 80 Persen Kecelakaan Lalin Arus Mudik 2015 Akibat Kelelahan
Foto: Ketua KNKT Soerjanto Thahjono (Sukma/detikcom)
Yogyakarta - Pemerintah melalui Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengimbau agar pemudik terutama yang melalui jalur darat menjaga kondisi tubuh. Ketua KNKT Soerjanto Thahjono menyebutkan 80 persen kecelakaan lalu lintas di jalan raya saat mudik Lebaran tahun lalu karena faktor kelelahan.

"Dari evaluasi tahun lalu, 80 persen kecelakaan (lalu lintas jalan raya) karena kelelahan," ujar Soerjanto.

Hal ini disampaikan Soerjanto kepada wartawan dalam jumpa pers terkait persiapan arus mudik di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, Rabu (15/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, Soerjanto mengimbau agar pihak-pihak terkait menambah jumlah rest area di jalur-jalur mudik. Tak hanya itu, titik-titik kemacetan diupayakan untuk diurai dengan rekayasa lalu lintas.

Salah satunya di arus lalu lintas sekitar Bandara Adisutjipto yang juga merupakan jalur Yogyakarta-Solo.

"Ada keluhan lalu lintas di Yogyakarta soal terganggunya lalu lintas karena (volume kendaraan di sekitar) bandara," ulasnya.

Soerjanto mengatakan, karena kemacetan di sekitar Bandara Adisutjipto, kemacetan jalur Yogyakarta-Solo mencapai 1,5-2 jam. Salah satu rekayasanya adalah dengan mengurangi frekuensi lampu merah di sekitar bandara tersebut.

"Sedangkan kemacetan itu membuat pengendara lelah," kata Soerjanto.

Upaya lain untuk mengurangi kemacetan, kata Soerjanto, adalah dengan mengimbau para calon penumpang untuk lebih efisien menggunakan kendaraan.

"Kalau mau datang ke Bandara juga sedekat mungkin dengan jadwalnya. Jika keluarga yang mau mengantar juga tidak perlu banyak-banyak. Jangan ngobrol di bandara, ngobrolnya di rumah saja," tutur Soerjanto.

Selain imbauan ke penumpang, KNKT juga mengimbau kepada pengusaha untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) lebih awal. Hal ini dinilai bisa mengurangi penumpukan arus mudik.

"Kalau THR lebih awal diberikan, pemudik tidak menumpuk di saat yang sama," tuturnya.

(sip/hri)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads