"Dari evaluasi tahun lalu, 80 persen kecelakaan (lalu lintas jalan raya) karena kelelahan," ujar Soerjanto.
Hal ini disampaikan Soerjanto kepada wartawan dalam jumpa pers terkait persiapan arus mudik di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, Rabu (15/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya di arus lalu lintas sekitar Bandara Adisutjipto yang juga merupakan jalur Yogyakarta-Solo.
"Ada keluhan lalu lintas di Yogyakarta soal terganggunya lalu lintas karena (volume kendaraan di sekitar) bandara," ulasnya.
Soerjanto mengatakan, karena kemacetan di sekitar Bandara Adisutjipto, kemacetan jalur Yogyakarta-Solo mencapai 1,5-2 jam. Salah satu rekayasanya adalah dengan mengurangi frekuensi lampu merah di sekitar bandara tersebut.
"Sedangkan kemacetan itu membuat pengendara lelah," kata Soerjanto.
Upaya lain untuk mengurangi kemacetan, kata Soerjanto, adalah dengan mengimbau para calon penumpang untuk lebih efisien menggunakan kendaraan.
"Kalau mau datang ke Bandara juga sedekat mungkin dengan jadwalnya. Jika keluarga yang mau mengantar juga tidak perlu banyak-banyak. Jangan ngobrol di bandara, ngobrolnya di rumah saja," tutur Soerjanto.
Selain imbauan ke penumpang, KNKT juga mengimbau kepada pengusaha untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) lebih awal. Hal ini dinilai bisa mengurangi penumpukan arus mudik.
"Kalau THR lebih awal diberikan, pemudik tidak menumpuk di saat yang sama," tuturnya.
(sip/hri)











































