KSAD: Pembelian Scorpion atas Persetujuan Presiden Soeharto

KSAD: Pembelian Scorpion atas Persetujuan Presiden Soeharto

- detikNews
Selasa, 22 Mar 2005 11:36 WIB
Jakarta - KSAD Letjen TNI Djoko Santoso mengungkapkan, pembelian tank Scorpion pada tahun 1994-1996 lalu sebetulnya sudah mendapat persetujuan dari presiden saat itu, Soeharto."Proses pembelian tank Scorpion sudah sesuai dengan proses administrasi yang berlaku," kata Djoko dalam raker dengan Komisi I DPR di Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa, (22/3/2005).Sebelumnya, mantan KSAD Jenderal (Purn) Wismoyo Arismunandar dan Jenderal (Purn) R Hartono mengaku tidak mengetahui apakah ada persetujuan presiden atau tidak terhadap pembelian sejumlah tank Scorpion yang diproduksi Inggris."Proses pembelian itu sudah mendapat persetujuan dari presiden melalui Mensesneg pada surat tertanggal 20 September 1994," kata dia.Menurutnya, surat persetujuan itu diterbitkan pada pembelian tank Scorpion tahap I periode 1994-1995 dengan alokasi APBN 130 juta dolar AS. "Pengiriman tank Scorpion itu dilakukan bertahap mulai Juli 1995-September 1996," katanya. Sedangkan untuk tahap II, lanjut Djoko, mendapat alokasi APBN sebesar 125 juta dolar AS yang pengirimannya dilakukan pada Januari 1998 sampai Februari 1999.Dia lalu menambahkan, proses pembelian itu juga sudah melalui kajian litbang TNI AD. "Saat itu ada tiga calon kendaraan tempur yang diseleksi yakni tank Scorpion buatan Inggris, Steyer SK105 buatan Austria dan Wiesel buatan Jerman, dan akhirnya litbang memutuskan bahwa uji Scorpion lulus," katanya.Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, lanjut dia, dalam proses pembelian tersebut juga tidak terjadi penyimpangan. Bahkan, kajian dari staf kedutaan besar di London, pembelian tank sah berdasarkan hukum yang berlaku di Inggris maupun di Indonesia. (umi/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini