Titik gempa bumi tersebut berada pada koordinat 4,72 lintang selatan dan 137,98 bujur timur. Tepatnya di darat pada jarak 41 kilometer arah barat daya Kota Nduga, Papua. Pusat gempa berada pada kedalaman hiposenter 30 kilometer.
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, berdasarkan hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map), dampak gempabumi ini menimbulkan guncangan pada skala intensitas gempabumi di zona episenter mencapai III-IV MMI (II SIG BMKG), di Nduga II-III MMI (II SIG BMKG) dan di Timika II-III MMI (II SIG BMKG).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daryono mengatakan, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat sesar aktif. "Ini relevan dengan kondisi tataan tektonik setempat yang berada di zona sistem sesar Central Fold and Thrust Belt di pegunungan tengah Papua bagian selatan," kata Daryono.
Daryono juga mengatakan, hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempa bumi susulan. Untuk itu masyarakat di Timika, Nduga dan sekitarnya diimbau agar tetap tenang karena potensi terjadinya gempa bumi susulan dengan kekuatan yang lebih besar sangat kecil.
(jor/rna)










































