"Mereka ngakunya 20 hari di laut sejak berangkat dari India sebelum terdampar di Aceh," kata Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Aceh Achmad Samadan kepada wartawan di Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Selasa (14/6/2016).
Foto: Kapal yang membawa 44 orang warga Sri Lanka etnis Tamil terdampar di Perairan Lhoknga Aceh (Agus Setyadi/detikcom) |
Menurut Samadan, pihaknya sudah mendata dan mengambil foto semua warga etnis Tamil. Mereka memiliki beberapa dokumen. Tapi tidak ada penjelasan mengenai apakah mereka pengungsi atau pencari kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Kapal yang membawa 44 orang warga Sri Lanka etnis Tamil terdampar di Perairan Lhoknga Aceh (Agus Setyadi/detikcom) |
"Ada beberapa dokumen tapi setahu kami yang namanya pengungsi itu dokumen dikeluarkan oleh UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) atau memiliki id card pengungsi UNHCR. Tapi mereka tidak ada itu," jelasnya.
Selama berada di Aceh, para warga etnis Tamil ini sudah dua kali diperiksa kesehatan oleh tim medis. Semua mereka dinyatakan sehat termasuk seorang wanita hamil yang tengah mengandung enam bulan. Petugas medis menyatakan mereka layak melanjutkan perjalanan.
Foto: Kapal yang membawa 44 orang warga Sri Lanka etnis Tamil terdampar di Perairan Lhoknga Aceh (Agus Setyadi/detikcom) |
Menurut Samadan, pihak Kedutaan Besar Sri Lanka di Indonesia juga sudah mengklarifikasi bahwa warga yang terdampar di Aceh merupakan warga Sri Lanka. Hingga kini pihak imigrasi masih mengumpulkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa mereka warga Sri Lanka.
"Pihak kedutaan mengaku mau memfasilitasi jika memang betul mereka warga Sri Lanka," jelas Samadan. (hri/hri)












































Foto: Kapal yang membawa 44 orang warga Sri Lanka etnis Tamil terdampar di Perairan Lhoknga Aceh (Agus Setyadi/detikcom)
Foto: Kapal yang membawa 44 orang warga Sri Lanka etnis Tamil terdampar di Perairan Lhoknga Aceh (Agus Setyadi/detikcom)
Foto: Kapal yang membawa 44 orang warga Sri Lanka etnis Tamil terdampar di Perairan Lhoknga Aceh (Agus Setyadi/detikcom)