Warga Etnis Tamil Tak Boleh Turun ke Daratan Aceh, Logistik Dipasok ke Kapal

Warga Etnis Tamil Tak Boleh Turun ke Daratan Aceh, Logistik Dipasok ke Kapal

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 14 Jun 2016 17:07 WIB
Warga Etnis Tamil Tak Boleh Turun ke Daratan Aceh, Logistik Dipasok ke Kapal
Imigran Tamil (Foto: Istimewa)
Banda Aceh - Pemerintah Aceh menyalurkan bantuan berupa makanan dan minuman kepada warga Sri Lanka etnis Tamil yang terdampar di Perairan Lhoknga, Aceh Besar. Logistik tersebut dibawa ke dalam kapal karena para imigran tidak dibolehkan turun ke daratan.

Pantauan detikcom, sejumlah kotak mie instan, biskuit, air mineral dan sejumlah bantuan lain dibawa ke kapal oleh sejumlah petugas, Selasa (14/6/2016). Keberadaan kapal tersebut sudah di bibir pantai Pulau Kapuk, Lhoknga, Aceh Besar. Setelah itu logistik kemudian dibagi kepada para penumpang kapal berbendera India tersebut.

"Kita memberikan sumbangan kepada mereka sebagai rasa kemanusiaan antar sesama. Tadi juga ada bantuan pakaian untuk pria dan wanita yang kita berikan," kata Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Aceh Achmad Samadan kepada wartawan di Lhoknga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas imigrasi, Dandim 0101/BS Letkol Inf Mahesa Fitriadi, Kapolres Aceh Besar AKBP Heru Suprihasto, dan sejumlah pejabat lain sempat naik ke atas kapal. Di sana, mereka mengecek kondisi mesin, serta mendata dan memeriksa kesehatan para imigran.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bekal agar warga etnis Tamil ini dapat melanjutkan perjalanan ke Australia. Hingga kini, mereka belum diizinkan turun ke daratan meski posisi kapal sudah di bibir pantai. Petugas mengawasi keberadaan mereka.

Dua hari lalu, bantuan logistik juga sudah sempat diberikan dan kapal yang mereka tumpangi digiring ke tengah laut. Tapi tak lama berselang mereka kembali lego jangkar tak jauh dari bibir pantai Lhoknga. Para warga etnis Tamil ini juga meminta bantuan bahan bakar.

"Sekarang kita minta teknisi untuk mengecek berapa kebutuhan bensin. Kalau kemarin mereka mintanya 7.000 liter," jelas Samadan.

Berdasarkan pengecekan teknisi, kata Samadan, kondisi kapal dan mesin sudah dalam keadaan bagus sehingga layak melanjutkan perjalanan. "oli dan bensin memang kurang sedikit. Kita masih melakukan koordinasi untuk hal itu," katanya.

Saat ini, kapal besi warna hijau itu sudah kandas di bibir pantai Pulau Kapuk. Pihak terkait masih mencari cara agar kapal tersebut dapat digiring ke tengah laut. (hri/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads