Relakah Teman Ahok ditinggal Ahok ke jalur partai politik? Soalnya, selama ini Teman Ahok-lah yang mengumpulkan KTP dukungan agar Ahok bisa maju lewat jalur independen.
Agaknya jalur independen dipandang kian sulit dengan adanya aturan di UU Pilkada yang disahkan DPR, bahwa verifikasi faktual selama 14 hari dilakukan langsung secara 'door to door'. Bila tak berhasil, hanya ada tiga hari bagi pendukung calon independen seperti Teman Ahok untuk mendatangi petugas Pemilu di tiap kelurahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi, PDIP juga dikabarkan masih berpotensi mengusung Ahok. Apakah Teman Ahok rela bila Ahok pindah dari jalur independen ke jalur parpol?
"Kami masih belum bisa berpendapat. Masih fokus dalam pengumpulan KTP saja sementara waktu," kata salah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widiastono saat dikonfirmasi, Selasa (14/6/2016).
Soalnya, Ahok juga ingin berbicara dengan Teman Ahok. Hal yang diharapkan Ahok, Teman Ahok bisa mempertimbangkan kembali untung rugi jalur independen dan jalur politik. Namun Teman Ahok masih enggan menuturkan perbandingan untung-rugi dari dua jalur yang berlainan itu.
"Kami belum ada pikiran sampai ke sana. Intinya kami cuma menyiapkan kendaraan alternatif saja buat Bapak (Ahok) dari awal," jawab Singgih.
Sejauh ini, Teman Ahok sudah mengumpulkan 981.245 dukungan berupa KTP dan formulir. Perlu 18.755 dukungan lagi agar tembus sejuta KTP untuk Ahok. Jumlah sejuta KTP memang ditargetkan sedari awal oleh Ahok dan pendukungnya yang ingin maju lewat jalur independen. (dnu/tor)











































