"Mustahil kebakaran tanpa faktor kesengajaan. Kebakaran yang ada di Kabupaten Pelalawan dalam sepekan terakhir hasil analisis kita benar-benar disengaja," kata DanSatgas Udara, Marsma Hendri Alfiandri kepada detikcom, Senin (13/6/2016).
Henri menyebutkan, dari lokasi kebakaran yang ada di Pelalawan, para pemilik lahan diduga melakukan pembakaran pada malam hari. Sistem pembakarannya juga sangat profesional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, lokasi kebakaran yang kini mencapai belasan hektare itu termasuk kawasan yang masih basah. Kondisi lahan basah bisa terbakar, sangat memungkinkan ada faktor kesengajaan.
"Lahan yang terbakar itu lahan basah. Tapi kok api bisa muncul. Inikan aneh, kalau tidak disengaja tidak mungkin terbakar," tegas Henri.
Menurut Henri, pihaknya bersama tim darat sudah berusaha melakukan pemadaman. Satgas Udara melakukan water bombing dengan heli BNPB ditambah heli superpuma milik Sinarmas yang bersinergi dengan Satgas Udara.
Tim Darat, lanjutnya, terdiri dari TNI/Polri, masyarakat peduli api, Manggala Agni, BPBD Pelalawan.
"Biarpun dalam kondisi berpuasa, tim tetap bekerja maksimal dalam penanggulangan Karhutla ini," tutup Henri. (cha/imk)











































