Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menjelaskan, jalan di Desa Kertamukti, Desa Cimahi, Desa Cisaat, dan Desa Cijunti selama ini rusak akibat pembangunan Tol Cipali. Namun sejak kerusakan terjadi PT Lintas Marga Sedaya (PT LMS) selaku penanggung jawab proyek terkesan lepas tangan.
"Sebelumnya jalan ini baru diperbaiki. Lalu dipakai oleh truk-truk besar untuk membangun Cipali. Setelahnya jalan itu rusak kembali dan tidak ada perbaikan," ucap Dedi, Senin (13/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu pihaknya sudah memetakan beberapa titik di sepanjang 27 KM dengan total pengerjaan mencapai Rp 17 miliar.
"Kita inginkan jalan itu kembali bagus, dan kita ganti dengan beton biar kuat. Dari pada tanpa solusi seperti ini kita siapkan dana Rp 17 miliar untuk membangun kembali bukan tambal sulam seperti sebelumnya," ungkapnya.
Salah seorang warga Kampung Tanjung Garut, Desa Cisaat, Amir Sudrajat (26) menuturkan, awalnya jalan tersebut baru saja diperbaiki oleh Pemkab Purwakarta. Namun dua tahun berselang pengerjaan Tol Cipali dimulai, dan jalan mulai digunakan sebagai jalur utama kendaraan berat.
"Semenjak itu jalan hancur dan polusi debu. Sempat ada perbaikan malam, tapi pagi dilintasi kendaraan truk lagi. Jadi hancur lagi," katanya.
Bahkan di Tanjakan Cirangin, Desa Kertamukti, sering terjadi kecelakaan motor yang tergelincir jika hujan tiba. Bahkan beberapa waktu sempat terjadi mobil yang terguling karena menghindari lubang ditambah jalan yang tergenang air.
"Saya ingin jalan kembali lagi seperti sebelumnya. Mudah-mudahan rencana Pak Bupati membangun ulang jalan segera teralisasi sehingga warga bisa melintasi jalan itu secara nyaman dan aman," pungkas Amir.
Sementara itu pihak PT LMS dalam hal ini Wakil Direktur Utama, Hudaya Arryanto, hingga Senin sore tidak merespon telepon mau pun pesan singkat yang dikirim oleh detikcom perihal konfirmasi terkait kerusakan jalan tersebut. (dra/dra)











































